Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bajak Laut dan Perampokan Bersenjata Marak di Selat Malaka dan Singapura

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2025 11:19 11:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2025 11:16
Bagikan
Peta Sumatra dalam dokumen Utsmani tahun 1890
Bagikan

Hidayatullah.com– Insiden pembajakan dan perampokan bersenjata di selat-selat Malaka dan Singapura naik hampir empat kali lipat tahun ini saja, menurut sebuah laporan terbaru dari kelompok pemantau anti-pembajakan.

Pada enam bulan pertama 2025 tercatat 80 insiden pembajakan dan perampokakn bersenjata di selat-selat tersebut, menurut ReCAAP’s Information Sharing Centre (ISC). Pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya 21 insiden, lansir The Guardian Selasa (26/8/2025).

Selat Malaka, perairan sempit tetapi penting yang terletak di antara Singapura, Malaysia dan Indonesia, merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan global. Selat itu merupakan koridor maritim esensial yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik melalui Laut China Selatan.

Sebagian besar aksi pembajakan dan perampokan di laut tahun ini terjadi di Phillip Channel di Selat Singapura, di mana kapal-kapal mau tidak mau harus memperlambat lajunya guna melewati perairan sempit itu dengan selamat, kata Vijay Chafekar, direktur eksekutif ReCAAP ISC.

Kebanyakan perampokan itu oportunistik dan non-konfrontasi, tanpa ada awak kapal yang terluka, kata Chafekar.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Menurut National Bureau of Asian Research, selat itu merupakan “titik kemacetan” perairan regional di mana sekitar 90.000 kapal dagang dan 60% perdagangan maritim global melalui jalur itu setiap tahunnya.

Tidak satu pun insiden pada 2025 di selat-selat itu yang termasuk Kategori 1 – jenis paling serius yang melibatkan penggunaan aktif senjata api atau penyanderaan – dan 90% insiden tidak menimbulkan korban luka, menurut data ReCAAP.

Tujuh konfrontasi melibatkan senjata tajam atau senjata api replika, dan satu awak kapal mengalami luka ringan. Kapal muat curah merupakan jenis kendaraan laut yang paling sering menjadi sasaran (52%), diikuti kemudian oleh kapal tanker (24%) dan kapal kontainer (11%).

Para analis berbeda pendapat mengenai penyebab kenaikan jumlah insiden itu. Sebagian menilai hal tersebut berkaitan dengan kenaikan lalu lintas maritim yang disebabkan kapal mencari jalur alternatif untuk menghindari rute Laut Merah, yang kerap mengalami gangguan dari kelompok pemberontak Houthi Yaman.

Para pelaku pembajakan dan perampokan tahun 2025 ini kebanyakan kelompok kriminal kelas rendah yang beroperasi dari pulau-pulau terpencil Indonesia seperti kepulauan Riau dan Cula, kata Daniel Ng, dari Asian Shipowners’ Association (ASA).

“Mereka beroperasi dengan menggunakan sampan untuk mendekati kapal-kapal, seringkali di jam-jam gelap (malam hari). Mereka memanjat kapal dengan menggunakan galah panjang berkait dan tali.”

Ng mengatakan kenaikan jumlah insiden perampokan di laut itu kemungkinan juga karena para bajak laut memanfaatkan celah keamanan dengan bantuan teknologi, menggunakan  data Automatic Identification System (AIS) yang bisa diakses lewat internet.

“Mereka (pelaku perampokan) kerap mengalami kesulitan finansial disebabkan berbagai faktor seperti pengangguran dan kemiskinan, mereka membutuhkan tambahan pendapatan. Dan tampaknya mereka semakin terampil menerobos keamanan,” papar Ng.

Seorang juru bicara International Maritime Organisation (IMO) mengatakan kenaikan jumlah insiden tersebut “mengkhawatirkan” dan mendesak semua kapal untuk mengikuti prosedur keamanan di laut yang berlaku dan segera melapor ke pihak berwenang terkait apabila terjadi pembajakan atau perampokan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiaSelat Malakasingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya senjata israel Inggris Tidak Undang Delegasi Pemerintah Israel ke Pameran Pertahanan DSEI
Tulisan selanjutnya Dompet Dhuafa aksi demonstrasi Dompet Dhuafa Kerahkan Medis di Tengah Aksi Massa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?