Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelaku Pembunuhan Muslim di Inggris Ditemukan Tewas di Sel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 September 2025 12:25 12:25 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 September 2025 12:30
Bagikan
Pembunuh Muslim di Inggris
Bagikan

Hidayatullah.com – Pavlo Lapshyn, yang dipenjara karena terbukti membunuh seorang lansia Muslim bernama Mohammed Saleem, ditemukan tewas di ruang selnya. Lapshyn sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Daftar isi
  • ‘Perang Ras’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Pavlo Lapshyn meninggal pada 23 September 2025 di HMP Wakefield. Sebagaimana semua kematian dalam tahanan, Ombudsman Penjara dan Masa Percobaan akan menyelidikinya,” ujar juru bicara Layanan Penjara Inggris kepada 5Pillars pada Selasa (23/09/2025).

Maz Saleem, putri dari Mohammed Saleem, mengatakan sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya dan kemanusiaan, dirinya memilih untuk memaafkan Lapshyn. Maz bahkan mendoakan keluarga Lapshyn.

“Ini bukan untuk membenarkan perbuatannya — tindakannya sangat salah, dan ia menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Namun, saya percaya menyimpan kebencian tidak akan menguntungkan siapa pun. Ia adalah putra seseorang, dengan orang tua lanjut usia di Dnipropetrovsk, Ukraina. Doa saya menyertai keluarganya di masa sulit ini,” kata Maz.

Ia meminta masyarakat untuk menghormati ayahnya untuk bersatu melawan perpecahan yang berupaya disebarkan ideologi-ideologi ekstrem.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Apa yang diperjuangkan Pavlo Lapshyn — kebencian, ekstremisme, dan rasisme — bertolak belakang dengan semua yang diyakini komunitas kita, dan kita harus terus memperjuangkan pengampunan, keadilan, dan perdamaian.”

“Semoga mereka berdua beristirahat dengan damai. Innalillahi wainna Ilaihi rojiun,” tutup Maz dalam pernyatannya.

‘Perang Ras’

Lapshyn, kini berusia 37 tahun, adalah seorang teroris neo-Nazi Ukraina yang melakukan serangkaian serangan bermotif rasial di Britania Raya pada tahun 2013.

Berasal dari Dnipro (sebelumnya Dnipropetrovsk), Ukraina, ia adalah seorang mahasiswa teknik berpendidikan tinggi dengan sejarah ekstremisme sayap kanan.

Lapshyn dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa hukuman minimal 40 tahun atas tuduhan pembunuhan dan merencanakan peledakan.

Pada tahun 2013, Lapshyn memenangkan juara ketiga dalam kompetisi program pertukaran internasional, dan mendapatkan penempatan kerja sementara di Delcam, sebuah perusahaan perangkat lunak di kawasan Small Heath, Birmingham (sebuah kawasan dengan populasi Muslim yang signifikan). Ia tiba di Britania Raya pada tanggal 24 April 2013 dengan visa kerja dan tinggal di akomodasi yang disediakan perusahaan.

Terinspirasi oleh pengeboman Boston Marathon awal tahun itu, Lapshyn melancarkan kampanye kekerasan selama dua bulan yang bertujuan memicu ketegangan rasial antara supremasi kulit putih dan komunitas Muslim. Ia dilaporkan bertindak sendiri, tanpa terikat dengan kelompok terorganisir mana pun, dan dengan cermat merencanakan serangannya menggunakan keterampilan teknisnya untuk membuat alat peledak rakitan (IED).

Pada 29 April 2013 — hanya lima hari setelah tiba — Lapshyn menikam Mohammed Saleem, seorang Muslim berusia 82 tahun, seorang kakek dari 22 cucu dan anggota masyarakat yang dihormati, hingga tewas di Small Heath, Birmingham.

Saleem sedang berjalan pulang setelah salat magrib di masjid setempat, menggunakan tongkat jalan karena kesehatannya yang buruk. Lapshyn mendekat dari belakang dan menimbulkan luka tusuk yang fatal di leher dan dada. Pembunuhan itu digambarkan sebagai tindakan kebencian rasial yang acak dan oportunistik.

Antara Juni dan Juli 2013, Lapshyn menanam dan meledakkan tiga bom rakitan di dekat masjid-masjid di West Midlands:

21 Juni: Ledakan di luar Masjid Pusat Wolverhampton (tak lama setelah salat Jumat; tidak ada korban luka karena kesalahan waktu).
12 Juli: Ledakan di dekat Masjid Ghausia di Walsall.
18 Juli: Sebuah bom meledak di dekat Masjid Bilal di Tipton.
Bom-bom tersebut berupa pipa yang diisi dengan paku, sekrup, dan bahan peledak, yang dirancang untuk menimbulkan korban jiwa yang maksimal. Polisi yakin Lapshyn merencanakan serangan agar bertepatan dengan waktu salat, tetapi melakukan kesalahan dalam penjadwalan, sehingga mencegah kerusakan massal. Ia mengamati lokasi-lokasi menggunakan transportasi umum dan membeli bahan-bahan secara daring dan dari toko-toko.

Tindakan Lapshyn diselidiki sebagai potensi terorisme sejak awal, dengan Kepolisian West Midlands menghubungkan pembunuhan yang belum terpecahkan tersebut dengan pengeboman melalui rekaman CCTV dan bukti forensik. Ia ditangkap pada 18 Juli 2013, setelah mencoba meledakkan bom lain.

Lapshyn mengaku bersalah pada 21 Oktober 2013 atas pembunuhan, rencana peledakan, dan tindak pidana yang diperburuk secara rasial. Di Pengadilan Pidana Pusat di London, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa hukuman minimal 40 tahun pada 25 Oktober 2013.

Bukti pengadilan mengungkapkan adanya materi neo-Nazi di komputernya, termasuk manifesto dan propaganda sayap kanan. Ia menyatakan keinginannya untuk mengobarkan “perang ras” melawan Muslim.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineinggrisKriminalMuslimNeo Nazi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Intimidasi Zionis, Armada Global Sumud Diserbu Puluhan Drone
Tulisan selanjutnya Ayah Elon Musk Dituduh Mencabuli Anak-anak Kandung dan Tirinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?