Hidayatullah.com– Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, seorang mitra penting Israel di Uni Eropa, hari Jumat (26/6/2025) memperingatkan bahwa Israel terancam kehilangan teman-temannya akibat kerusakan yang dilakukannya di Gaza.
Berpidato di podium Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mitsotakis mengatakan bahwa Israel berhak membela diri setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas, tetapi bukan berarti Israel dibenarkan untuk membunuh ribuan anak.
“Yunani memelihara kemitraan strategis dengan Israel, tetapi hal ini tidak menghalangi kami untuk berbicara secara terbuka dan terus terang,” tegasnya, seperti dilansir AFP.
“Keberlanjutan tindakan ini pada akhirnya akan merugikan kepentingan Israel sendiri, yang berujung pada terkikisnya dukungan internasional,” ujarnya.
“Saya katakan kepada teman-teman Israel saya bahwa mereka berisiko mengasingkan semua sekutunya yang tersisa jika terus menempuh jalan ini yang mengikis peluang terwujudnya solusi dua negara,” tegasnya.
Yunani tidak mengikuti sejumlah negara kuat Eropa seperti Prancis dan Inggris yang belum lama ini mengakui eksistensi negara Palestina, sementara mereka menyatakan kekecewaannya terhadap Israel.
Yunani bersekutu dengan Israel karena memiliki kepentingan yang sama dalam perseteruannya dengan Turki. Sebagaimana diketahui, Yunani –seperti halnya Israel – tidak menyukai pengaruh Turki yang semakin menonjol di Suriah sejak kejatuhan rezim Bashar Assad Desember 2024.*




