Hidayatullah.com – Italia kembali menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya senilai 2,9 juta dolar AS setara Rp48 miliar. Bantuan tersebut, menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR) untuk mendukung dan melindungi pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Dana ditujukan untuk mempertahankan program dan inisiatif perlindungan berbasis komunitas untuk mencegah kekerasan berbasis gender, memperkuat perlindungan anak, dan menegakkan hak-hak pengungsi melalui pendaftaran dan dokumentasi yang berkelanjutan, menurut pernyataan yang dirilis oleh UNHCR Bangladesh pada hari Selasa.
Pendanaan tersebut diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia dan Direktorat Jenderal Kebijakan Migrasi.
Ivo Freijsen, perwakilan UNHCR di Bangladesh, mengatakan kontribusi dari rakyat Italia ini akan membantu memenuhi kebutuhan paling mendesak para pengungsi Rohingya dan memberikan perlindungan vital terhadap tantangan dan ancaman kehidupan di kamp pengungsi terbesar di dunia.
Sekitar 1,16 juta pengungsi masih tinggal di kamp-kamp padat penduduk di pesisir tenggara Cox’s Bazar, berjuang untuk mendapatkan makanan dan dukungan penting lainnya di tengah pemotongan dana global, karena mereka sepenuhnya bergantung pada dukungan kemanusiaan.
Sebagian besar warga Rohingya melarikan diri dari tindakan keras militer Myanmar pada tahun 2017.
Di antara mereka, diperkirakan 150.000 warga Rohingya telah menemukan penampungan di kamp-kamp pengungsian sejak awal 2024, setelah terpaksa melarikan diri dari kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang berkelanjutan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Hal ini memperdalam kebutuhan kemanusiaan di Bangladesh, menurut Badan Pengungsi PBB.
Komitmen baru Italia ini muncul di tengah terus menurunnya bantuan global, yang memaksa lembaga-lembaga bantuan untuk membuat pilihan yang semakin sulit tentang kebutuhan yang harus dipenuhi dan berpotensi kehilangan pencapaian yang telah susah payah diraih dalam hal kesehatan, kesejahteraan, dan kemandirian pengungsi, tambahnya.*




