Hidayatullah.com – Seorang menteri ekstremis Zionis menghasut orang-orang Yahudi di New York untuk pindah dan menetap di ‘Israel’ setelah terpilihnya Zohran Mamdani sebagai wali kota. Ia mencap Muslim itu sebagai “pendukung Hamas.”
“Kota yang pernah menjadi simbol kebebasan global telah menyerahkan kuncinya kepada seorang pendukung Hamas,” tulis Menteri Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme sayap kanan ‘Israel’, Amichai Chikli, di X.
“New York tidak akan pernah sama lagi, terutama bagi komunitas Yahudinya,” tambahnya. “Saya mengundang orang-orang Yahudi di New York untuk mempertimbangkan secara serius untuk menjadikan Tanah Israel sebagai rumah baru mereka.”
Pernyataan Mamdani, yang menyebut ‘Israel’ sebagai rezim apartheid dan perangnya di Gaza sebagai genosida, telah membuat marah sejumlah pejabat Israel dan tokoh Zionis di komunitas Yahudi.
Sebagai pendukung setia perjuangan Palestina, ia juga secara lantang mengecam anti-Semitisme dalam beberapa bulan terakhir, serta Islamofobia yang dialaminya, khususnya dari tokoh publik pro-Israel.
Menteri Zionis lain, Itamar Ben Gvir, mendukung hasutan Chikli dengan menyebut terpilihnya Mamdani sebagai kekalahan akal sehat.
“Anti-Semitisme telah mengalahkan akal sehat. Mamdani adalah pendukung Hamas, musuh Israel, dan seorang antisemit sejati,” ujar Ben Gvir.
Kemenangan telak Mamdani dalam pemilu ini terjadi meskipun ada serangan keras terhadap kebijakan dan pribadinya sebagai Muslim dari para elit bisnis, komentator media konservatif, dan Presiden AS Donald Trump.
Trump melakukan intervensi di menit-menit terakhir dalam pemilihan umum pada hari Selasa, menyebut Mamdani sebagai “pembenci Yahudi” di platform media sosialnya, Truth Social.
Mamdani, yang menganggap kemenangannya sebagai anugerah bagi para pekerja kerah biru yang berjuang untuk bertahan hidup, telah berkampanye dengan agenda yang mencakup bus gratis, penitipan anak gratis, dan pembekuan sewa untuk apartemen dengan sewa stabil.
Bukan hanya wali kota Muslim pertama di kota ini, ia juga akan menjadi wali kota pertama yang berdarah Asia Selatan dan yang pertama lahir di Afrika.
Dalam pidatonya pada Selasa malam, Mamdani mengatakan bahwa “New York tidak akan lagi menjadi kota tempat Anda dapat memperdagangkan Islamofobia dan memenangkan pemilu.”
Ia juga berjanji untuk melindungi warga New York dari semua agama.
“Kita akan membangun balai kota yang berdiri teguh di samping warga Yahudi New York dan tidak goyah dalam perjuangan melawan momok anti-Semitisme, di mana lebih dari 1 juta Muslim tahu bahwa mereka berada, tidak hanya di lima wilayah kota ini, tetapi juga di gedung-gedung kekuasaan,” ujarnya.*




