Hidayatullah.com – Puluhan atlet telah mendesak Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk menangguhkan keanggotaan ‘Israel’ karena pelanggaran HAM terhadap warga Palestina, termasuk genosida Gaza dan apartheid.
Athletes for Peace, sebuah kelompok yang beranggotakan lebih dari 70 atlet, mengirim surat kepada presiden UEFA Aleksander Ceferin yang mendukung agar badan pengatur tersebut memutuskan hubungan dengan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
Pemenang Piala Dunia Prancis Paul Pogba, penyerang Belanda Anwar El Ghazi, pemain Maroko Hakim Ziyech, dan pemain sayap Spanyol Adama Traore termasuk dalam puluhan atlet tersebut.
“Tidak ada tempat, panggung, atau arena bersama dalam masyarakat sipil internasional yang boleh menyambut rezim pelaku genosida, apartheid, dan kejahatan terhadap kemanusiaan lainnya,” bunyi surat yang ditulis oleh Game Over Israel tersebut.
“Impunitas Israel yang berkelanjutan atas kejahatan semacam itu hanya akan berakhir dengan tindakan kolektif yang penuh kesadaran, termasuk langkah-langkah untuk memblokir akses mereka ke acara dan kegiatan olahraga atau budaya.”
Kelompok advokasi hak asasi manusia, termasuk Yayasan Hind Rajab dan Pengadilan Gaza, juga menandatangani surat tersebut.
Seruan untuk memboikot dan mengasingkan ‘Israel’ dari kompetisi olahraga semakin menguat, dengan alasan kejahatan yang dilakukan selama genosida di Gaza.
Pada bulan September, presiden Federasi Sepak Bola Turki Ibrahim Haciosmanoglu juga mendukung seruan untuk menangguhkan Israel dari sepak bola Eropa. Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) mengeluarkan resolusi serupa awal bulan ini.
‘Israel’ telah melancarkan perang genosida selama dua tahun di Gaza, menewaskan lebih dari 69.000 warga Palestina, termasuk 421 pesepak bola, dan menghancurkan lebih dari 81 persen bangunan. Hampir seluruh penduduk Jalur Gaza telah mengungsi. Perang tersebut juga telah merusak infrastruktur olahraga Gaza, memusnahkan stadion, fasilitas pelatihan, dan sumber daya vital lainnya bagi para atlet.
Pada tahun 2024, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengajukan argumen yang menuduh Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) melanggar statuta FIFA dengan perangnya di Gaza dan memasukkan klub-klub yang berlokasi di permukiman ilegal di wilayah Palestina ke dalam liga sepak bola domestiknya.
PFA ingin FIFA menerapkan “sanksi yang tepat” terhadap tim nasional dan tim klub Israel, termasuk larangan internasional.*




