Hidayatullah.com – Ratusan massa yang tergabung Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) menggelar aksi solidaritas untuk Sudan dan Palestina di Bandung, Ahad (16/11/2025). Dalam tuntutannya, ABABIL mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga berperan penting dalam konflik Sudan.
“ABABIL mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga berperan dalam memperparah situasi konflik dan penderitaan rakyat Sudan,” kata Mohammad Ramdan, ketua ABABIL membacakan pernyataan sikap resmi kelompok tersebut.
Tuntutan itu, lanjut ABABIL, didasarkan pada dugaan keterlibatan UEA dalam mendukung salah satu kelompok bersenjata yang terlibat dalam konflik Sudan, yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa warga sipil dalam jumlah besar.
ABABIL juga mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak terlibat dalam upaya apapun yang bertujuan untuk melucuti para pejuang kelompok perlawanan di Gaza, Palestina.
“ABABIL meminta Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menolak setiap usulan atau tekanan internasional—termasuk dari Amerika Serikat—yang bertujuan memaksa Indonesia terlibat dalam pelucutan senjata para pejuang Gaza-Palestina,” imbuh Ramdan.
Terakhir, ABABIL mengajak seluruh kaum muslimin di Indonesia, khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat, untuk meningkatkan dukungan moral, finansial, dan kemanusiaan bagi rakyat Gaza-Palestina dan Sudan yang kini terkepung blokade dan serangan keji dari Zionis Israel maupun kelompok bersenjata yang didukung pihak eksternal.
Sejumlah tokoh dan ulama nampak hadir dan memberikan orasinya seperti KH.Muhammad Roinul Balad (Dewan Da’wah), KH. Iman Budiman (PUI Jabar), KH. Anwar Ghozie (Wahdah Islamiyah Jabar), Prof. Dr. Anton Minardi, (Akademi dan advokat), Ust. Indra Nuryana (pegiat dakwah) dan tokoh-tokoh yang lainnya.*




