Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rihlah Ilmiah: Menelusuri Jejak Mohammad Natsir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 November 2025 14:29 2:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 November 2025 14:30
Bagikan
Rihlah Ilmiah Menelusuri Jejak Mohammad Natsir
Bagikan

Hidayatullah.com – Ada suasana berbeda pada Ahad pagi, 16 November 2025, di Gedung Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia. Puluhan remaja dan pemuda dari berbagai daerah berkumpul dalam kegiatan Rihlah Ilmiah, sebuah perjalanan sejarah untuk mengenal lebih dekat perjuangan Mohammad Natsir, tokoh besar umat dan bangsa.

Daftar isi
  • Menelusuri Jejak Sang Pejuang
  • Menggali Hikmah Bersama Narasumber
  • Menguatkan Tekad Melanjutkan Estafet Peradaban
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Sebanyak 40 peserta dari Jabodetabek, Sukabumi, Bandung, Karawang, Banten hingga Papua hadir dengan satu tekad: menjemput inspirasi dari sang maestro dakwah dan negarawan.

Menelusuri Jejak Sang Pejuang

Perjalanan dimulai dari Gedung Dewan Da’wah, tempat lahirnya gagasan dakwah dan gerakan peradaban yang pernah dirintis Natsir dan para tokoh Masyumi. Di lobi, foto-foto perjuangan M. Natsir menyambut para peserta, menghadirkan kembali jejak perjuangan sang tokoh pada masa penuh ujian.

Rihlah berlanjut ke Perpustakaan Lantai 7, titik penting dokumentasi sejarah. Di M. Natsir Corner, para peserta menyaksikan buku pribadi, arsip, surat-surat dakwah, hingga dokumen orisinal perjuangan Natsir. Banyak yang merasakan pengalaman emosional.

“Saat melihat arsip-arsip asli itu, kita seperti diajak kembali ke masa ketika Natsir berjuang dengan segala keterbatasan. Ini bukan sekadar dokumen, tapi cermin keteguhan,” ujar Hadi Nur Ramadhan, narasumber kegiatan.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Rombongan kemudian mengunjungi gedung bekas MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), titik penting konsolidasi ulama pada masa penjajahan. Sebelumnya, peserta melaksanakan shalat Dzuhur di Masjid Cut Meutia, masjid bersejarah yang memadukan arsitektur kolonial dengan tradisi Islam Jakarta tempo dulu.

Rangkaian ditutup dengan ziarah ke makam Mohammad Natsir di TPU Karet Bivak. Para peserta larut dalam keheningan, merenungi betapa besar jasa Natsir dalam membela kemerdekaan Indonesia, memajukan pendidikan, dan memelihara akidah umat.

Menggali Hikmah Bersama Narasumber

Ulasan sejarah disampaikan oleh Hadi Nur Ramadhan, Pendiri Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun dan penggagas Rumah Sejarah Indonesia. Dengan bahasa yang renyah dan mengalir, Hadi menggambarkan sosok Natsir sebagai ulama, negarawan, pendidik, dan pemimpin yang visioner.

“Generasi muda perlu mengenal tokoh seperti Mohammad Natsir, supaya mereka tidak kehilangan akar dan arah. Beliau adalah contoh bahwa ilmu, akhlak, dan keberanian bisa berjalan seiring,” ungkap Hadi dalam pemaparannya.

Penyampaian Hadi telah menyalakan kembali semangat para peserta terhadap jejak perjuangan Natsir. “Rihlah seperti ini penting bukan untuk romantisme sejarah, tapi untuk memastikan kita memahami pondasi peradaban yang dibangun para tokoh bangsa,” tambah Hadi.

Menguatkan Tekad Melanjutkan Estafet Peradaban

Bagi panitia, kegiatan ini bukan sekadar wisata sejarah. Ia adalah upaya membangkitkan kembali ruh perjuangan Natsir ruh keilmuan, keteguhan, kecerdasan, kesantunan, dan keberanian berkata benar. “Kita berharap lahir generasi yang bukan hanya membaca sejarah, tapi ikut menuliskan babak berikutnya,” kata Hadi menegaskan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Perpustakaan Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia, Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun, Pustaka Al-Kautsar, dan Natsir Film Project.

Pada bulan berikutnya, panitia merencanakan kegiatan Melancong Sejarah Buya Hamka, sebagai lanjutan dari upaya menuntun generasi muda mengenal para pendiri bangsa yang sejati.

Dengan penuh harap, program ini menjadi momentum tumbuhnya generasi “patah tumbuh, hilang berganti” generasi yang teguh menghadapi zaman tanpa tercerabut dari akarnya.*Azim Arrasyid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinemasyumiMohammad NatsirRihlah IlmiahRumah Sejarah Indonesiasejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem Setelah 280.000 Rumah Lenyap Dibom ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Aksi Solidaritas untuk Palestina dan Sudan, ABABIL Tuntut Indonesia Putus Hubungan dengan UEA Gelar Aksi Solidaritas Palestina dan Sudan, Ratusan Massa Desak Pemerintah Putus Hubungan dengan UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?