Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Angka Kelahiran di Turki Menurun, Erdogan Ambil Langkah Lawan Gender Netral dan LGBT

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 November 2025 15:56 3:56 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 November 2025 18:00
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan Turki sedang menghadapi bencana demograsi setelah data pemerintah menunjukkan tingkat kesuburan nasional turun menjadi 1,48 anak per perempuan. Hal ini, lanjut Erdogan, merupakan tingkat terendah yang pernah tercatat dan jauh di bawah ambang batas penggantian populasi.

Daftar isi
  • Penurunan tajam Demografi
  • Faktor Ekonomi
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Berbicara di Simposium Keluarga dan Budaya-Seni di Ankara pada hari Rabu, Erdoğan mengatakan penurunan tajam tersebut mengancam stabilitas jangka panjang negara tersebut, dan mendesak langkah-langkah yang lebih kuat untuk melindungi institusi keluarga.

“Kami mengambil langkah-langkah melawan pemaksaan netralitas gender dan gerakan LGBT, tanpa memberikan konsesi atau rasa puas diri,” kata Erdogan menyebutkan dua hal yang menjadi ancaman keluarga, dilansir 5Pillars pada Jumat (21/11/2025).

Ia menekankan bahwa Turki melindungi keluarga di era di mana kapitalisme global membuka front baru, dan imperialisme budaya serta pengepungan digital semakin intensif di seluruh dunia.

Erdogan mengatakan bahwa penurunan tingkat kesuburan “ancaman besar untuk masa depan kita,” dan bahwa “tidak seorang pun yang peduli dengan nasib negara ini boleh bersikap acuh tak acuh.”

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Penurunan tajam Demografi

Angka-angka yang dirilis oleh Institut Statistik Turki mengonfirmasi bahwa tingkat kesuburan total (TFR) Turki terus menurun meskipun pemerintah telah memberikan insentif untuk mendorong pernikahan dan kelahiran anak.

Para ahli demografi mencatat laju penurunan ini semakin cepat dalam satu dekade terakhir seiring tekanan sosial dan ekonomi yang berpengaruh besar terhadap kehidupan keluarga di seluruh negeri.

Tingkat penggantian—tingkat yang dibutuhkan suatu populasi untuk menopang dirinya sendiri—adalah sekitar 2,10. Tingkat kesuburan atua fertilitas Turki kini telah turun di bawah rata-rata banyak negara anggota Uni Eropa, sebuah kebalikan dari dekade-dekade sebelumnya yang jauh di atas rata-rata negara-negara Barat.

Presiden mengaitkan penurunan fertilitas ini dengan apa yang ia gambarkan sebagai meningkatnya tekanan budaya dan teknologi yang menggerogoti nilai-nilai tradisional.

Erdoğan semakin membingkai isu-isu demografi sebagai perebutan identitas budaya, dengan alasan bahwa struktur keluarga sedang terkikis oleh gaya hidup modern, konten daring, dan perubahan sikap sosial di kalangan generasi muda.

Faktor Ekonomi

Para ekonom dan sosiolog juga menyoroti faktor-faktor yang lebih mendesak: meningkatnya biaya hidup, biaya perawatan anak yang mahal, tekanan perumahan, dan pasar tenaga kerja di mana partisipasi perempuan secara bertahap meningkat.

Usia pernikahan telah meningkat, jumlah anggota rumah tangga telah menyusut, dan banyak pasangan muda memilih untuk menunda bahkan membatalkan rencana untuk memiliki anak karena ketidakpastian finansial.

Pemerintah telah menjadikan kebijakan demografi sebagai tema utama agendanya. Erdoğan telah berulang kali mendesak keluarga untuk memiliki setidaknya tiga anak dan telah membentuk Dewan Kebijakan Kependudukan baru untuk mengoordinasikan upaya nasional guna meningkatkan angka kelahiran.

Pemerintah juga telah mempromosikan kampanye yang berpusat pada keluarga, meluncurkan paket dukungan baru untuk pasangan menikah, dan memberlakukan pembatasan operasi caesar yang tidak diperlukan secara medis di rumah sakit swasta.

Para demografer memperingatkan bahwa jika tren saat ini berlanjut, Turki dapat menghadapi penuaan populasi yang cepat, kekurangan tenaga kerja, dan meningkatnya tekanan pada sistem pensiun dan layanan kesehatan — tantangan yang sudah dihadapi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Italia.

Meskipun populasi Turki masih relatif muda dibandingkan dengan Eropa, peluang untuk membalikkan tren ini semakin menyempit.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gender NetrallgbtPresiden Recep Tayyip ErdoganTingkat KesuburanTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad Munas MUI Sebagai Momentum Penguatan Peran Ulama Ketum DPP Hidayatullah: Munas MUI Sebagai Momentum Penguatan Peran Ulama
Tulisan selanjutnya Paus Leo Ingatkan Para Pemuda Amerika Tidak Manfaatkan AI untuk Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?