Hidayatullah.comโ Sebuah insiden memancing kemarahan di Ideal College of Pharmacy & Research, Kalyan, Maharashtra, setelah video menunjukkan sejumlah mahasiswa Muslim shalat (namaz) di dalam ruang kelas kosong di kampus menjadi viral. Kejadian ini memicu reaksi keras dari kelompok sayap kanan, termasuk anggota kelompok radikal Vishva Hindu Parishad (VHP) dan Bajrang Dal, yang tiba di kampus dan menuntut permintaan maaf, demikian kutip India Today.
Menurut laporan India Today, para aktivis VHP dan Bajrang Dal mengecam shalat itu sebagai tindakan yang menyinggung โperasaan keagamaan Hinduโ.
Setelah ketegangan meningkat, polisi Hill Line dipanggil ke lokasi dan berhasil meredam situasi tanpa terjadi kekerasan besar.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, terlihat tiga mahasiswa berdiri di hadapan patung Chhatrapati Shivaji Maharaj, sambil memegang telinga mereka sebagai simbol penyesalan.
โHamara se galti hua hai โฆ aage se namaz nahi padhenge,โ (โKami telah melakukan kesalahan โฆ kami tidak akan shalat di kampus lagiโ), demikian ujar mereka dikutip Free Press Journal.
Tak hanya itu, para aktivis yang hadir juga meminta para mahasiswa untuk menyentuh kaki patung Shivaji Maharaj sambil meneriakkan โJai Shri Ramโ. (Kemenagan Dewa Rama).
Laporan dari Siasat menyebut para mahasiswa bahkan diperintahkan melakukan sit-up sebagai bagian dari ritual โpermintaan maafโ publik.
Pihak kampus menyatakan bahwa namaz tersebut dilakukan di ruang kelas yang tidak dipakai dan bersifat singkat. Menurut pejabat kampus, mahasiswa tidak memiliki niat untuk menimbulkan kontroversi atau menyakiti perasaan siapa pun.
Administrasi kampus menegaskan bahwa kegiatan keagamaan dilarang di dalam lingkungan kampus dan mengumumkan akan memperketat aturan agar insiden serupa tidak terulang.
Salah satu tokoh politik yang mengecam keras insiden ini adalah Waris Pathan, pemimpin partai AIMIM. Ia menuduh para aktivis Hindutva telah mencederai kebebasan beragama mahasiswa dan menyerukan agar otoritas Maharashtra, termasuk Polisi Thane dan Ketua Menteri, mengambil tindakan atas perilaku tersebut.
Media lokal Marathi, Loksatta, melaporkan bahwa dalam video lain, mahasiswa tampak menunduk dengan tangan terlipat saat menyentuh kaki patung Shivaji, sebelum meminta maaf atas tindakan shalat di kampus.
Beberapa pengamat menyebut peristiwa ini sebagai manifestasi dari ideologi Hindutva โ gerakan nasionalis Hindu sayap kanan yang mempromosikan supremasi budaya Hindu di ruang publik.
Kehadiran VHP dan Bajrang Dal, kedua organisasi yang identik kelompok radikal Hindutva, memperkuat tuduhan bahwa insiden tersebut bukan sekadar protes spontan, tetapi cerminan tekanan struktural pada identitas keagamaan minoritas.
Sementara itu, administrasi kampus telah membuka pemeriksaan internal atas kejadian tersebut dan menyatakan akan mengambil โtindakan tepatโ terhadap mahasiswa yang terlibat.
Polisi setempat, meski hadir di kampus, belum mengumumkan bahwa ada laporan resmi (FIR) terkait insiden tersebut.
Insiden ini memicu diskusi lebih luas tentang kebebasan beragama โkhususnya terhadap minoritas Muslimโ di institusi pendidikan India, serta sejauh mana elemen-elemen Hindutva dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari warga minoritas.*




