Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Interval Walking Tren Baru di Jepang, Tunjukkan Manfaat Besar bagi Kesehatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 November 2025 22:39 10:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 November 2025 22:35
Bagikan
Bagikan

Penelitian menunjukkan bahwa interval walking –latihan dengan pola 3 menit berjalan cepat diikuti 3 menit berjalan lambat, diulang selama 30 menit— mampu memberikan peningkatan signifikan pada fungsi jantung dan paru

Hidayatullah.com— Interval Walkingkian menjadi gaya hidup baru warga Jepang. Metode berjalan yang mengombinasikan fase cepat dan lambat ini semakin diminati masyarakat urban karena dinilai efektif meningkatkan kebugaran, mudah dilakukan, serta tidak membutuhkan peralatan khusus. Aktivitas ini kini terlihat di berbagai ruang publik: taman kota, jalur pedestrian, hingga kawasan perumahan.

Fenomena tersebut berkembang seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kesehatan jantung, kebugaran otot, dan pencegahan penyakit tidak menular. Di beberapa daerah, pemerintah lokal bahkan mulai memasukkan Interval Walkingsebagai bagian dari kampanye kesehatan komunitas.

Metode Interval Walkingdipopulerkan oleh Prof. Hiroshi Nose dari Universitas Shinshu, yang sejak lebih dari satu dekade meneliti dampaknya terhadap kebugaran. Penelitian yang dilakukan tim Prof. Nose menunjukkan bahwa latihan dengan pola 3 menit berjalan cepat diikuti 3 menit berjalan lambat, diulang selama 30 menit, mampu memberikan peningkatan signifikan pada fungsi jantung dan paru.

Dalam wawancara yang dikutip Euronews dan laporan riset Universitas Shinshu, Prof. Nose menegaskan bahwa Interval Walkingmemberikan keunggulan dibanding jalan santai biasa.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

“Cara ini melibatkan sistem energi secara lebih optimal. Fase cepat memacu kapasitas aerobik, sementara fase lambat membantu pemulihan sehingga latihan dapat berlangsung lebih lama dan konsisten,” ujar Nose dalam publikasinya.

Riset timnya yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology serta laporan Shinshu University menemukan bahwa peserta lansia yang mengikuti program Interval Walkingselama lima bulan mengalami peningkatan VO₂ max hingga 14 persen, peningkatan kekuatan otot tungkai sebesar 13 persen, serta penurunan tekanan darah dan perbaikan sensitivitas insulin.

Studi lain yang dimuat dalam PLoS ONE menunjukkan latihan ini membantu meningkatkan kesehatan tulang pada perempuan usia lanjut.

Di berbagai kota seperti Tokyo dan Osaka, komunitas Interval Walkingkini terbentuk secara spontan. Warga berkumpul di taman pada pagi atau sore untuk melakukan sesi latihan terstruktur.

Selain meningkatkan kesehatan, tren ini juga memperluas interaksi sosial di tengah gaya hidup perkotaan yang padat.

Instruktur kebugaran Ayaka Morimoto menyebut tren ini tumbuh pesat karena mudah diakses. “Banyak orang Jepang ingin meningkatkan kebugaran, tetapi tidak punya waktu ke gym. Interval Walkingmemberi pilihan yang lebih fleksibel dan tetap efektif,” katanya.

Pakar kesehatan masyarakat Jepang menilai tren ini sebagai langkah penting untuk mengurangi gaya hidup sedentari yang meningkat pascapandemi. Organisasi kesehatan lokal menganjurkan warga melakukan pemanasan sebelum latihan serta menyesuaikan durasi dengan kondisi fisik.

Dengan dukungan riset ilmiah, kemudahan praktik, dan meningkatnya kesadaran publik akan kesehatan, Interval Walkingdiperkirakan akan terus menguat sebagai bagian dari budaya hidup sehat masyarakat Jepang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineinterval walkingjalan cepatjalan lambatjantungparupenelitianPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Ketahuan Shalat, Mahasiswa Muslim di India Ini Dipaksa Minta Maaf dan Berdiri Pegang Telinga
Tulisan selanjutnya Susun Peta Dakwah, Hidayatullah Papua Selatan Gelar Muswil Pertamanya Susun Peta Dakwah, Hidayatullah Papua Selatan Gelar Muswil Pertamanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?