Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Senator Australia Pauline Hanson Dikecam Usai Kenakan Burqa di Sidang Parlemen

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 November 2025 10:12 10:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 November 2025 10:15
Bagikan
Senator Australia Pauline Hanson
Bagikan

Hidayatullah.com— Senator Australia Pauline Hanson memicu kecaman luas dari sesama anggota parlemen setelah mengenakan burqa saat menghadiri sidang majelis tinggi pada Senin (24/11/2025). Aksi itu langsung ditentang oleh sejumlah senator Muslim yang menyebutnya sebagai bentuk pelecehan terhadap umat Islam. Demikian diberitakan Reuters, Selasa  (25/11/2025).

“Ini adalah senator rasis, yang menunjukkan rasisme secara terang-terangan,” ujar Senator Muslim Mehreen Faruqi ketika menanggapi tindakan Hanson di dalam ruang Senat sebagaimana dikutip The Guardian.

Pauline Hanson, 71-year-old leader of the anti-Muslim, anti-immigration One Nation minor party, wore a burqa to protest senators’ refusal to consider her bill banning full-face coverings in public. pic.twitter.com/P7mima91YB

— The Associated Press (@AP) November 25, 2025

Hanson mengenakan burqa hitam panjang sesaat setelah permintaannya untuk memperkenalkan rancangan undang-undang yang melarang burqa dan penutup wajah penuh lainnya ditolak oleh Senat. Insiden itu membuat sidang ricuh.

Ketika pimpinan sidang memintanya melepas burqa, Hanson menolak, sehingga sidang sempat dihentikan sementara. Reuters melaporkan bahwa mayoritas senator menilai tindakannya tidak menghormati lembaga parlemen.

Senator Fatima Payman, yang juga Muslim, menyebut aksi tersebut “memalukan dan provokatif”, sebagaimana dilaporkan ABC News Australia (25/11/2025). Menurut Payman, tindakan itu bukan sekadar protes, melainkan penghinaan terhadap umat Muslim yang mengenakan burqa dan niqab sebagai ekspresi keagamaan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Pauline Hanson adalah pemimpin partai sayap kanan One Nation dan sejak lama dikenal karena pandangan kerasnya terkait imigrasi, multikulturalisme, serta isu-isu yang berkaitan dengan Muslim Australia.

Hanson beberapa kali menuntut pelarangan burqa dengan alasan keamanan nasional. Rekam jejak politiknya membuat sejumlah kelompok masyarakat menilai dirinya rasis serta anti-Islam. The Guardian mencatat Hanson pernah melakukan aksi serupa pada 2017, juga menuai kecaman luas.

Setelah insiden terbaru ini, pemerintah melalui pemimpin Senat dari kubu pemerintahan, Penny Wong, mendorong mosi kecaman yang akhirnya disetujui 55 suara berbanding 5.

Sidang kemudian memutuskan menangguhkan Hanson selama tujuh hari masa sidang. Reuters menyebutnya sebagai salah satu sanksi paling tegas yang pernah dijatuhkan kepada seorang senator dalam beberapa tahun terakhir.

“Burqa adalah simbol penindasan. Saya ingin menunjukkan apa yang dipertaruhkan ketika pemerintah menolak melarangnya,” katanya membela tindakannya,  seperti dikutip 10 News First Australia.

Ia menegaskan bahwa tidak ada aturan berpakaian di Senat yang melarang burqa, sehingga menurutnya kritik terhadap aksinya justru membuktikan perlunya larangan formal.

Gelombang kritik juga datang dari berbagai komunitas sipil. Banyak pihak menilai bahwa aksi tersebut memperkuat stigma negatif terhadap Muslim, sekaligus memanfaatkan isu agama untuk keuntungan politik.

Al Jazeera melaporkan bahwa organisasi hak sipil menyebut tindakan itu sebagai bagian dari pola Islamofobia yang terus dipromosikan oleh Hanson.

Dengan skorsing resmi dan kecaman meluas dari berbagai pihak, insiden ini kembali menempatkan Hanson di pusat kontroversi nasional dan membuka perdebatan baru mengenai batas kebebasan berekspresi di parlemen serta penghormatan terhadap keragaman agama di Australia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burqahijabislamofobiaMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perluas Permukiman Ilegal, ‘Israel’ Akan Datangkan Ribuan Yahudi India
Tulisan selanjutnya Lembaga Amal Inggris Ketahuan Galang Dana untuk Tentara ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?