Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kelompok Radikal Hindutva Serang Pria Muslim Miskin di Haryana, Polisi Diduga Terlibat

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Desember 2025 18:21 6:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Desember 2025 18:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sekelompok massa yang menamakan diri sebagai  cow vigilante —istilah yang merujuk pada kelompok radikal yang mengklaim pelindungi sapi dan sering melakukan aksi hakim sendiri —dilaporkan menyerang sejumlah pria Muslim miskin di negara bagian Haryana, India utara. Para korban dituduh terlibat penyembelihan dan konsumsi daging sapi, tuduhan yang kerap menjadi pemicu kekerasan komunal di wilayah tersebut.

Menurut laporan Indian Express, serangan terjadi setelah massa menghadang para korban di kawasan pedesaan dan menuduh mereka menyimpan atau mengolah daging sapi.

Location: Rohtak, Haryana | Date: December 21

Cow vigilantes led by Sumit Pradhan attacked several Muslim men in a slum in the presence of police, alleging they were Rohingya Muslims involved in beef slaughter and consumption. pic.twitter.com/uGzUFepINH

— The Muslim (@TheMuslim786) December 25, 2025

Para korban mengalami pemukulan dan intimidasi sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi setempat untuk diperiksa. Dalam beberapa insiden serupa, korban justru lebih dulu ditahan dibandingkan para penyerang.

“Kami menerima informasi adanya dugaan pelanggaran hukum terkait sapi. Para pria tersebut diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” lapor pejabat kepolisian Haryana, dikutip Indian Express.

Namun, laporan media dan kelompok HAM mencatat bahwa tidak ada bukti awal yang jelas yang ditunjukkan publik untuk mendukung tuduhan tersebut.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Kelompok hak asasi manusia Indian American Muslim Council (IAMC)   dalam laporan terbarunya menyoroti pola kekerasan serupa di Haryana dan negara bagian sekitarnya.

IAMC mencatat bahwa dalam sejumlah kasus,   polisi dituduh hadir di lokasi kejadian tanpa mencegah kekerasan, atau bertindak setelah korban mengalami penganiayaan.

“Dalam beberapa insiden yang kami dokumentasikan, aparat penegak hukum gagal melindungi korban dan justru membiarkan kelompok  vigilante sapi  bertindak di luar hukum,” ujar IAMC dalam laporannya, sebagaimana dikutip oleh Sabrang India dan Human Rights Commission Tom Lantos, Kongres AS.

Media   Scroll.in   melaporkan bahwa fenomena  kekerasan meningkat sejak diberlakukannya undang-undang ketat larangan penyembelihan sapi di sejumlah negara bagian India.

Aturan tersebut, menurut pengamat HAM, sering dimanfaatkan kelompok ekstremis berbasis ideologi Hindutva untuk melakukan kekerasan terhadap komunitas Muslim dan Dalit dengan dalih penegakan moral dan agama.

Menurut NDTV  pemerintah Haryana berulang kali menyatakan tidak mentoleransi kekerasan massa. Namun, aktivis HAM menilai pernyataan tersebut belum diikuti penegakan hukum yang konsisten terhadap pelaku main hakim sendiri.

Kasus-kasus di Haryana menambah daftar panjang insiden serupa di India, termasuk pembunuhan dua pria Muslim di Bhiwani pada 2023 yang juga melibatkan tuduhan penyelundupan sapi dan menyeret nama tokoh provokator main hakim sendiri yang sangat terkenal. Perkara tersebut hingga kini masih bergulir di pengadilan.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pemerintah negara bagian Haryana terkait dugaan keterlibatan polisi dalam insiden terbaru ini.

Kelompok HAM mendesak investigasi independen dan perlindungan hukum yang setara bagi semua warga negara tanpa diskriminasi agama.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cow vigilantehakim sendiriHindutvapelindungi sapiradikal hindu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hutang Barat terhadap Islam: Andalusia, Ilmu, dan Ingatan yang Dilupakan
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?