Hidayatullah.com – Masyarakat Turki punya cara sendiri untuk merayakan tahun baru. Mereka berbondong datang ke Istanbul, bukan untuk melihat kembang api, tetapi untuk menyatakan dukungan dan solidaritas kepada perjuangan Palestina melawan penjajahan zionis ‘Israel’.
Pada dini hari Kamis (31/12/2025), orang-orang dari seluruh negeri berkumpul di beberapa lokasi di kota dan memulai pawai menuju Jembatan Galata, titik berkumpul terakhir.
Aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Platform Kehendak Nasional yang terdiri dari sekitar 400 organisasi masyarakat sipil ini diadakan dengan slogan “Kami tidak akan gentar, kami tidak akan diam, kami tidak akan melupakan Palestina.”
Sebelum menuju jembatan, para peserta mengikuti shalat subuh di masjid-masjid ikonik Istanbul, termasuk Masjid Agung Hagia Sophia, Masjid Sultanahmet atau Masjid Biru, Masjid Fatih, Masjid Süleymaniye, dan Masjid Baru Eminönü.
Cuaca dingin tidak menghalangi para peserta saat mereka berpawai dengan bendera Palestina dan Turki di tangan mereka, di bawah pengamanan ketat.
Bersama para pemimpin masyarakat sipil, menteri, dan tokoh-tokoh terkemuka, pendukung empat klub sepak bola besar, Beşiktaş, Galatasaray, Fenerbahçe, dan Trabzonspor, bergabung dengan para demonstran saat pawai dimulai pukul 08.30 pagi waktu setempat.
Sebuah spanduk besar bergambar “Handzala,” tokoh ikonik yang diciptakan oleh mendiang kartunis Palestina Naji al-Ali dan sangat terkait dengan perjuangan Palestina, digantung di sebuah gedung di belakang platform pers utama. Beberapa hari sebelum pawai, para demonstran menggantungkan keffiyeh raksasa di Menara Galata.
Acara tersebut menampilkan pertunjukan karya-karya seniman dan musisi terkenal internasional, termasuk penyanyi Lebanon-Swedia Maher Zain, seniman Turki Esat Kabaklı, dan band Grup Yürüyüş.*




