Hidayatullah.com – Seorang ibu dan anaknya meninggal dunia pada Kamis (01/01/2026) usai tenda darurat yang mereka tinggali kebakaran. Dalam insiden lain, seorang anak meninggal dunia karena kedinginan di tengah cuaca dingin ekstrim yang melanda Jalur Gaza, Palestina.
Dilansir Quds News Network, Badan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengkonfirmasi bahwa seorang ibu dan anaknya syahid, sementara yang lain terluka, setelah kebakaran terjadi di tenda yang menampung sebuah keluarga pengungsi di Stadion Yarmouk di Kota Gaza.
Sumber lokal mengatakan kebakaran dimulai ketika keluarga tersebut menyalakan lilin di dalam tenda untuk menghangatkan diri karena suhu yang sangat dingin dan kurangnya listrik.
Sebelumnya, seorang anak, Malak Rami Ghneim, yang tinggal di dalam tenda untuk pengungsi di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah, juga syahid akibat cuaca dingin yang ekstrem.
Hujan lebat dan angin kencang di musim dingin telah membawa tantangan baru bagi pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang dilanda perang genosida.
Selama beberapa minggu terakhir, tenda-tenda rapuh terendam banjir dan roboh akibat angin kencang, dan kamp-kamp darurat terendam lumpur setelah hujan deras musim dingin melanda wilayah tersebut.
Setidaknya 25 orang, termasuk bayi, telah meninggal bulan ini akibat hipotermia setelah hujan, penurunan suhu, dan bangunan yang runtuh, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan tenda-tenda beserta isinya terbang akibat angin kencang, para pengungsi yang memohon bantuan, dan anak-anak yang menggigil kedinginan selama beberapa hari terakhir setelah tekanan rendah kutub disertai hujan lebat dan angin kencang menghantam Jalur Gaza.
Lebih dari 27.000 tenda yang menampung keluarga pengungsi telah hancur atau tersapu oleh banjir dan angin kencang. Memperberat kehidupan yang sudah susat lebih dari 250.000 orang di seluruh Gaza, kata Pertahanan Sipil Gaza.
Perang genosida ‘Israel’ selama dua tahun telah menghancurkan lebih dari 80 persen bangunan di seluruh Gaza, memaksa ratusan ribu keluarga untuk berlindung di tenda-tenda rapuh atau tempat penampungan darurat yang penuh sesak.
Kini, kondisi kemanusiaan terus memburuk seiring musim dingin semakin dalam di tengah blokade Israel meskipun ada gencatan senjata dengan akses terbatas ke bahan-bahan untuk tempat penampungan, bahan bakar, dan perawatan medis.
Kelompok-kelompok kemanusiaan segera mendesak Israel untuk mengizinkan pengiriman bantuan ke Gaza tanpa hambatan.
Namun, badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan bahwa pemerintah pendudukan Israel telah menghalangi mereka untuk membawa bantuan langsung ke Gaza.*




