Hidayatullah.com— Polisi Jerman menangkap seorang pria berkebangsaan Libanon yang dicurigai sebagai anggota Hamas dan merencanakan serangan di Eropa.
Pria itu, yang hanya disebut sebagai “Mohammad S”, dicegat di Bandara Brandenburg, Berlin, setibanya dari Beirut pada Jumat malam (23/1/2026), lansir BBC.
Kejaksaan Federal mengatakan bahwa pada Agustus 2025 dia membantu untuk pengadaan 300 butir amunisi dan terlibat dalam perancangan serangan terhadap orang-orang Yahudi dan institusi Israel.
Dia akan dibawa ke hadapan hakim federal yang akan memutuskan penahannya sambil menunggu waktu persidangan.
Aparat Jerman mengatakan “Mohammad S” berkolusi dengan “Abed Al G”, satu dari tiga terduga anggota Hams yang ditangkap pada bulan Oktober tahun lalu terkait rencana serangan terhadap orang Yahudi dan institusi Israel. Ketiga orang itu kabarnya ditangkap saat bertemu untuk penyerahan senjata di Berlin. Dua orang di antara mereka adalah warga negara Jerman dan satunya berasal dari Libanon.
Pada waktu penangkapan ketiganya dilakukan, polisi juga melakukan penggeledahn di kota Leipzig dan Oberhausen, lapor Der Spiegel.
Sebelumnya pada bulan November 2025, polisi Jerman menangkap seorang terduga anggota Hamas — yang juga berkewarganegaraan Libanon –Separately, di dekat perbatasan dengan Republik Ceko.
Kelompok perjuangan Palestina Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Inggris, Israel dan banyak negara lain.*




