Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

LSM Internasional Oxfam Menolak Serahkan Data Karyawan ke ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 Januari 2026 14:17 2:17 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 Januari 2026 15:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Oxfam dilaporkan mengatakan tidak akan menyerahkan informasi tentang karyawan Palestina mereka kepada Israel karena hal itu akan “melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.”

Daftar isi
  • Pembantaian pekerja kemanusiaan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hal ini menyusul pencabutan izin operasional 37 LSM internasional, termasuk Oxfam, MSF, dan Defense for Children International, oleh penjajah ‘Israel’ di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki setelah mereka gagal memenuhi tenggat waktu untuk memenuhi “standar keamanan dan transparansi.” Penangguhan tersebut berlaku efektif pada 1 Januari, dan organisasi-organisasi tersebut diharuskan untuk berhenti beroperasi pada 1 Maret.

Oxfam adalah konfederasi internasional yang terdiri dari puluhan organisasi non-pemerintah (LSM) yang bekerja sama di lebih dari 90 negara untuk menanggulangi kemiskinan, ketidakadilan, dan dampak bencana

Seorang juru bicara Oxfam mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa, “Kami tidak akan mentransfer data pribadi yang sensitif kepada pihak yang terlibat dalam konflik karena hal ini akan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan, kewajiban untuk berhati-hati, dan kewajiban perlindungan data.”

Juru bicara tersebut mendesak pemerintah Israel “untuk segera menghentikan proses pencabutan izin dan mencabut tindakan yang menghambat bantuan kemanusiaan.”

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Pembantaian pekerja kemanusiaan

Lebih dari 500 pekerja kemanusiaan telah tewas dalam perang genosida ‘Israel’ di Gaza sejak 7 Oktober 2023, tegas juru bicara tersebut.

Informasi rinci yang diminta Kementerian Urusan Diaspora ‘Israel’ dari LSM mencakup paspor dan nomor identitas pribadi semua karyawan Palestina, serta nama anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Kementerian tersebut juga mengatakan akan melarang organisasi yang dianggap mendukung “perjuangan bersenjata oleh negara musuh atau organisasi teroris melawan Negara Israel”.

Perang genosida ‘Israel’ di Jalur Gaza, yang dimulai pada Oktober 2023, telah membunuh lebih dari 71.600 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Gencatan senjata yang didukung AS yang diterapkan pada Oktober tahun lalu telah dilanggar oleh ‘Israel’ lebih dari 1.300 kali. Penjajah juga terus membatasi bantuan kemanusiaan penting untuk masuk ke wilayah tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida Gazalembaga kemanusiaanLSM internasionalOxfampalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Eksekusi 11 Anggota Keluarga Mafia Scam Myanmar
Tulisan selanjutnya Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?