Hidayatullah.com— Konvoi terdiri dari puluhan truk pengangkut BBM terbakar di Mali akibat serangan oleh kelompok bersenjata yang menurut pejabat setempat dilakukan oleh kelompok afiliasi Al-Qaeda.
Serangan terjadi pada hari Kamis (28/1/2026) di sebuah jalan dari arah perbatasan Senegal menuju kota besar Kayes di bagian barat Mali, menurut sejumlah sumber. Sebagian sumber menyebutkan “beberapa puluh” truk tangki BBM dalam barisan konvoi itu hangus terbakar.
Group for the Support of Islam and Muslims (JNIM), sebuah kelompok afiliasi Al-Qaeda, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka pada hari Kamis melakukan serangan tiba-tiba terhadap tentara Mali di antara kota Diboli dan Kayes, tanpa menyebut perihal serangan terhadap konvoi truk tangki BBM itu.
Sejak September 2025, JNIM melancarkan serangan terhadap kendaraan pengangkut BBM dengan tujuan melemahkan perekonomian negara. Akan tetapi, beberapa pekan terakhir intensitas serangannya berkurang dan serangan pada hari Kamis itu merupakan serangan pertama sejak awal Desember.
Dengan melakukan blokade total terhadap beberapa kota di Mali, JNIM bisa melumpuhkan perekonomian, termasuk di daerah ibu kota Bamako.
Pasokan BBM berangsur pulih secara signifikan di ibu kota sejak bulan lalu, sehingga perekonomian mulai bergairah.
Serangan hari Kamis itu terjadi di daerah antara Diboli (berlokasi di perbatasan dengan Senegal) dan Kayes. “Tiga prajurit Mali terbunuh dan empat pelaku serangan tewas,” menurut seorang pejabat lokal kepada AFP.
Seorang guru yang tinggal di sekitar lokasi kejadian memperkirakan “puluhan” truk terbakar dalam peristiwa itu.
Seorang pejabat dari Kantor Perminyakan Nasional Mali, yang berbicara kepada AFP dengan syarat identitasnya tidak diungkap, mengatakan bahwa serangan itu “merupakan pukulan serius bagi kami, tetapi hal itu tidak berdampak terhadap distribusi atau ketersediaan BBM. Kami memiliki cadangan BBM yang cukup banyak.”
Seorang pejabat pabean di Kayes juga membenarkan kabar tentang serangan hari Kamis itu kepada AFP. Dia mengatakan jumlah kendaraan yang terdampak sedang dihitung.
Menurut sebuah sumber keamanan, pengawalan oleh militer untuk konvoi truk BBM di jalan dari arah Senegal, yang tidak sering dipakai untuk pengiriman bahan bakar, sudah dihentikan. Personel militer dialihkan untuk mengawal kiriman BBM yang datang dari Pantai Gading.
“Pihak berwenang mengira mereka sudah menguasai sepenuhnya rantai pasokan dengan rencana konvoi baru itu. Mereka ingin menimbun stok sebanyak mungkin sebelum Ramadhan,” yang akan dimulai pada pertengahan Februari, kata sumber itu kepada AFP.
Negara miskin Mali dirundung krisis keamanan sejak 2012, yang sebagian besar disebabkan oleh gangguan keamanan dari kelompok-kelompok afiliasi Al-Qaeda dan ISIS, serta geng-geng kriminal bersenjata.
Junta militer, yang merebut kekuasaan lewat kudeta beruntun pada 2020 dan 2021, berjanji akan memberantas pemberontakan oleh kelompok ekstremis, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.
Beberapa bulan terakhir, JNIM juga melakukan serangan terhadap instalasi militer dan beberapa target lainnya di sejumlah daerah di Mali. Mereka juga melancarkan serangan atas banyak lokasi industri, menculik orang sipil termasuk beberapa warga asing.
Hasil dari penculikan memenuhi pundi-pundi kelompok bersenjata dalam bentuk uang tebusan.*




