Hidayatullah.com — Kepolisian India mengatakan bahwa investigasi sudah dimulai guna menyelidiki kasus bunuh diri tiga anak perempuan kakak beradik yang diduga terpengaruh kegemaran mereka atas hiburan online seperti game dan film Korea.
“Investigasi dilakukan berdasarkan surat bunuh diri dan ponsel-ponsel mereka,” kata Nimish Patil, seorang perwira tinggi di Kepolisian India, kepada AFP hari Kamis (5/2/2026).
Polisi di India biasa melakukan penyelidikan atas faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya tindakan bunuh diri.
Sebelum mengakhiri hidupnya, ketiga kakak beradik itu tidak diperbolehkan mengakses musik K-pop, game dan film Korea yang kerap mereka mainkan dan tonton di platform online.
“Mereka terpengaruh dengan budaya Korea: musik K-pop, game dan film,” kata Patil, seraya menambahkan bahwa keluarga anak-anak itu sedang dalam kondisi kesulitan keuangan.
Ayah mereka belum lama ini menyita gawai-gawai mereka dan melarang mereka menonton drama Korea dan bermain game online, menurut laporan koran lokal Indian Express. AFP belum dapat menghubungi pihak keluarga untuk meminta komentar mereka.
Kurun dekade terakhir budaya Korea menjadi sangat populer di India, terutama di kalangan remaja, diawali dengan kehebohan lagu “Gangnam Style” pada 2012 dan mendunianya film drama Korea lewat platform online.
Media lokal mengabarkan ketiga kakak beradik itu — berusia 12, 14 dan 16 tahun — pada hari Rabu melompat dari ketinggian rumah mereka yang terletak di Ghaziabad, daerah pinggiran ibu kota Delhi.
Kasus ini memicu perdebatan hangat di India dengan media banyak menyoroti kekhawatiran akan kesehatan mental generasi muda akibat paparan hiburan online. Dua negara bagian di India belum lama ini dikabarkan akan memberlakukan larangan penggunaan media sosial oleh anak-anak.*




