Hidayatullah.com– Partai Persatuan Bangsa Iran mengupayakan pembebasan sekretaris jenderalnya Azar Mansouri, setelah penangkapannya bersama sejumlah anggota lain dari Front Reformasi, organisasi payung dari kaum reformis dan moderat Iran.
Hari Ahad (8/2/2026), koran Shargh mengatakan bahwa tiga tokoh senior Front Reformasi ditangkap, yaitu Ebrahim Asgharzadeh, Mohsen Aminzadeh, dan Azar Mansouri yang berindak sebagai ketua kelompok tersebut.
Shargh mengatakan sedikitnya dua anggota Front Reformasi lain diminta melaporkan diri ke kantor kejaksaan di penjara Evin di Teheran pada hari Selasa (10/22026).
Juru bicara Front Reformasi, Javad Emam, juga ditangkap, kata pengacara yang mewakili Mansouri, Hojjat Kermani, hari Senin (9/2/2026). Dia mengaku tidak mengetahui dakwaan apa yang akan dihadapi oleh mereka yang ditahan.
“Kami pada dasarnya tidak mengetahui apa yang menyebabkan penangkapan-penangkapan ini, karena Front Reformasi belum mengeluarkan pernyataan tentang kejadian-kejadian (aksi protes) belakangan ini,” kata Kermani kepada Iranian Labour News Agency (ILNA).
“Para individu itu mungkin mengeluarkan pernyataan-pernyataannya sendiri,” imbuhnya, menduga ada pernyataan pribadi yang dikeluarkan orang-orang yang ditangkap itu yang membuat penguasa marah.
Hari Ahad, media pihak kehakiman Iran Mizan mengatakan “empat elemen politik penting yang mendukung rezim Zionis (Israel) dan Amerika Serikat “ dikenai dakwaan. Namun, Mizan tidak memberikan informasi lebih lanjut, lansir Reuters.
Rezim Syiah menuding aksi-aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan di berbagai daerah di Iran dikompori oleh pihak-pihak asing utamanya Israel dan Amerika Serikat.
Front Reformasi sendiri selama ini bersikap kritis terhadap pemerintah Iran. Setelah perang 12 hari dengan Israel pada pertengahan tahun lalu, anggota-anggota Front memperingatkan bahwa kehancuran tampak di depan mata Iran apabila reformasi fundamental tudak dilakukan di negara itu.*




