Hidayatullah.com– Kejaksaan Israel mendakwa adik dari kepala dinas intelijen Israel Shin Bet dengan tuduhan membantu musuh di masa perang karena menyelundupkan rokok ke Gaza.
Dakwaan atas Bezalel Zini yang diumumkan hari Kamis (5/2/2026) itu menyebut bahwa dia mengetahui bahwa Hamas kemungkinan akan mendapatkan untung dari menjual kembali rokok dan tembakau dengan harga tinggi.
Zini, 50, seorang anggota tentara cadangan yang sedang aktif bertugas di militer Israel, disebut menyelundupkan 14 karton rokok atau 7.000 bungkus dengan imbalan uang sebesar 365.000 shekel ($117.000), lansir BBC.
Abangnya yang belum lama ini diangkat sebagai kepala Shin Bet, David Zini, tidak dicurigai terlibat.Israel mengontrol ketat arus barang masuk ke Gaza. Dakwaan tersebut merupakan bagian dari kasus yang lebih luas yang melibatkan lebih dari belasan orang, yang dituduh menjalankan jaringan kriminal penyelundupan barang-barang baru seperti iPhone, suku cadang kendaraan dan berbagai barang elektronik ke Gaza.
Berkas dakwaan menyebutkan bahwa dari penjualan tembakau dan rokok selundupan saja bisa mengalirkan ratusan juta shekel ke dalam pundi-pundi Hamas sejak awal perang.
Jaksa penuntut mengatakan penyelundupan dilakukan mulai musim panas 2025, sebelum gencatan senjata pada bulan Oktober, ketika perang masih berkobar di wilayah pesisir Palestina itu.
Jaksa penuntut mengatakan bahwa para penyelundup berpura-pura memasuki Gaza sebagai bagian dari tugas kemiliteran, sehingga mengelabui tentara Israel yang berjaga di pintu perbatasan.
Berkas dakwaan juga menuding Bezalel Zini melakukan penipuan, menerima suap dan melakukan penggelapan pajak. Dia ditangkap sekitar dua pekan lalu bersama dengan dua teman kriminalnya, yang juga didakwa dengan tuduhan penyelundupan.
Tim pengacara Zini mengatakan klien mereka menolak dakwaan, menurut laporan koran Zionis Haaretz. mereka berdalih bahwa undang-undang terorisme tidak tepat untuk diterapkan pada kasus penyelundupan rokok.
“Mengenai pelanggaran membantu musuh semasa perang, itu adalah kebalikan sepenuhnya dari kenyataan. “Ini adalah seseorang yang telah memberikan segalanya dan mempertaruhkan nyawanya untuk negara,” kata salah satu pengacara Bezalel Zini seperti dikutip surat kabar Haaretz.*




