Hidayatullah.com – Kelompok Perlawanan Islam Palestina, Hamas menanggapi bergabungnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) dan menilainya sebagai “komedi di era ini.”
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Al Jazeera, Osama Hamdan, salah satu pemimpin Hamas mengatakan bahwa gerakan perlawanan belum menerima draf atau proposal resmi apa pun dari para mediator terkait senjata yang mereka miliki.
Ia menegaskan Hamas belum secara resmi mengambil keputusan apapun mengenai pelucutan senjatanya. Menurutnya, Hamas masih berpegang teguh pada sikap perlawanan sebagai hak yang sah selama pendudukan masih ada.
Hamdan menekankan bahwa rakyat Palestina menolak segala bentuk perwalian eksternal dan tidak dapat menerima pasukan internasional menggantikan tentara Israel di Jalur Gaza.
Ia menambahkan bahwa gerakan tersebut telah menghubungi pemerintah Indonesia dan menjelaskan bahwa peran pasukan internasional mana pun harus dibatasi pada penempatan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza untuk memisahkannya dari pendudukan.
Menanggapi kabar pengerahan pasukan asing ke Gaza, Hamdan menyebut pasukan stabilitas internasional manapun harus bekerja sama untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina sesuai dengan rencana yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.*




