Hidayatullah.com– Sekitar 400.000 orang di Belanda memiliki diabetes tipe 2 tanpa menyadarinya, demikian menurut hasil kajian terhadap data kesehatan yang dilakukan atas amanat dari lembaga amal Diabetesfonds.
Dutch Cohort Consortium, yang mengumpulkan data dari berbagai universitas dan institusi-institusi lain, mengkaji data sekitar 200.000 orang yang merupakan bagian dari lebih 400.000 orang yang kondisi kesehatannya dipantau selama 25 tahun terakhir.
Dari hasil penelaahan data diketahui bahwa satu dari tiga orang mengalami diabetes tanpa menyadarinya.
“Diabetes tipe 2 sering disebut sebagai pembunuh tersembunyi karena perkembangannya sangat lambat dan gejala awalnya tidak jelas, seperti lebih sering buang air kecil, kelelahan, atau penglihatan yang memburuk,” kata Direktur Diabetesfonds Diena Halbertsma kepada stasiun televisi NOS, seperti dilansir Dutch News Selasa (10/2/2026).
Apabila tidak ditangani, kadsr gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan pada organ jantung dan ginjal, serta meningkatkan risiko demensia dalam jangka panjang.
Deteksi awal adalah kuncinya kata Halbertsma, karena pengobatan dapat mencegah komplikasi. Gaya hidup sehat dengan lebih banyak olahraga, makanan yang lebih sehat, dan mengurangi stres juga membantu, imbuhnya.
Diabetesfonds mengimbau masyarakat untuk melakukan tes risiko diabetes di situs webnya, dan mendesak pemerintah untuk melakukan skrining nasional untuk diabetes tipe 2.
“Kami ingin pemerintah berinvestasi lebih dalam diagnosis dini dan pencegahan serta promosi gaya hidup sehat, yang akan mencegah banyak kasus diabetes tipe 2,” tegas Halbertsma.*




