Hidayatullah.com– Aparat pemerintah Amerika Serikat melakukan penyelidikan terhadap eksperimen yang belum dilaporkan sebelumnya di Norwegia, di mana seorang ilmuwan pemerintah menguji coba sebuah perangkat microwave dan menimbulkan gejala neurologis mirip dengan apa yang disebut sebagai “Sindrom Havana”, lapor Washington Post hari Sabtu (14/2/2026) mengutip orang-orang yang mengetahui masalah itu, seperti dilansir Reuters.
Norwegia memberitahukan dinas intelijen Amerika Serikat CIA tentang insiden itu, memicu sedikitnya dua kunjungan oleh pejabat Pentagon dan Gedung Putih, lapor Washington Post.
Orang-orang yang mengetahui tentang uji coba itu mengatakan bahwa hasilnya tidak membuktikan bahwa para diplomat dan agen mata-mata AS di Havana, ibu kota Kuba, serta di sejumlah kedutaan AS lainnya menjadi target musuh-musuh asing. Meskipun hasil investigasi menunjukkan bahwa perangkat yang mengeluarkan gelombang energi (seperti alat masak microwave) dapat memengaruhi biologi manusia.
Reuters melaporkan bahwa pihaknya belum dapat mengkonfirmasi kabar tersebut.
Antara tahun 2016 dan 2018 lebih dari 40 staf yang ditempatkan di perwakilan diplomatik Amerika Serikat di luar negeri dilaporkan mengalami sakit misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Mereka mengaku mengalami mual, sakit kepala, pusing, dan gejala yang tidak dapat dijelaskan. Kondisi itu, yang kemudian disebut sebagai “Sindrom Havana”, sejak lama menimbulkan teka-teki dan spekulasi, mengingat sifat gejala, lokasi tugas diplomat dan sikap diam pemerintah AS dalam masalah itu selama ini.*




