Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

UII Kecam Sikap Pemerintah dan Desak Batalkan Sejumlah Kebijakan Strategis

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Maret 2026 23:47 11:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Maret 2026 23:45
Bagikan
Kampus UII Yogyakarta
Bagikan

Hidayatullah.com— Universitas Islam Indonesia (UII) melontarkan kritik keras terhadap pemerintah dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis hari Rabu, 4 Maret 2026. Kampus tersebut menilai pemerintah belum menunjukkan ketegasan dalam merespons serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, serta menganggap sejumlah kebijakan nasional berpotensi melemahkan kedaulatan negara dan kualitas demokrasi.

“Kami menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang belum menunjukkan ketegasan yang memadai dalam menyikapi serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi yang ditandatangani Rektor UII, Fathul Wahid,

UII menuntut pemerintah segera mengutuk serangan tersebut. UII bahkan menyatakan pemerintah belum mengimplementasikan secara konsisten prinsip politik luar negeri bebas aktif.  

Menurut mereka, tindakan militer penjajah itu melanggar prinsip kedaulatan negara dalam hukum internasional dan bertentangan dengan amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Kampus ini juga mengingatkan potensi meluasnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas global dan memperparah penderitaan warga sipil.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Selain isu politik luar negeri, UII mendesak pemerintah menarik diri dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang disebut sebagai bentukan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. UII menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut berisiko mereduksi prinsip bebas aktif dan mencederai konsistensi dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Di bidang ekonomi, UII mendesak pembatalan perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, UII menilai substansi perjanjian itu berpotensi melemahkan posisi tawar Indonesia dan mengganggu kedaulatan ekonomi nasional.

“Hubungan bilateral harus dibangun atas dasar kesetaraan dan kepentingan nasional jangka panjang, bukan dalam kerangka ketergantungan maupun tekanan geopolitik negara adikuasa,” tulis UII.

Situasi Demokrasi Dalam Negeri

Kritik juga diarahkan pada situasi demokrasi dalam negeri. UII menuntut penghentian kriminalisasi aktivis dan pembungkaman suara kritis, serta mendorong reformasi Polri.

Kampus tersebut menegaskan hukum tidak boleh menjadi instrumen intimidasi terhadap warga negara, khususnya mahasiswa dan generasi muda yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Terkait pembangunan nasional, UII meminta pemerintah menghormati kedaulatan warga dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, termasuk di Papua. Mereka mengingatkan agar pembangunan tidak mengabaikan hak masyarakat lokal, keberlanjutan lingkungan, dan partisipasi publik yang bermakna.

UII juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut, menurut mereka, harus mencakup ketepatan sasaran, kualitas pangan, tata kelola anggaran, hingga mekanisme pengawasan agar tidak mengorbankan prioritas lain seperti pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Pernyataan ini kami sampaikan sebagai wujud tanggung jawab moral dan kecintaan kepada Indonesia dan kemanusiaan global,” tulis Fathul Wahid dalam penutup pernyataan.

UII menegaskan kritik yang disampaikan bukan bentuk oposisi politik, melainkan ekspresi kepedulian terhadap arah perjalanan bangsa dan komitmen terhadap demokrasi, kedaulatan, serta keadilan sosial.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agreement on Reciprocal TradeAmerika SerikatARTBoard of PeaceDewan PerdamaianHeadlineUIIUniversitas Islam Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Cepat: Mayoritas Warga AS Menentang Serangan AS-Israel ke Iran
Tulisan selanjutnya Suriah Berpotensi Jadi Target Berikutnya Jika Serangan AS-‘Israel’ ke Iran Meluas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?