Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Suriah Berpotensi Jadi Target Berikutnya Jika Serangan AS-‘Israel’ ke Iran Meluas

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Maret 2026 23:53 11:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Maret 2026 23:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Eskalasi konflik antara Amerika Serikat-’Israel’ mengeroyok Iran dinilai semakin meluas ke sejumlah negara di Timur Tengah. Pengamat internasional Pizaro Ghozali Idrus menyebut situasi kawasan berada dalam fase sangat rentan, terutama setelah runtuhnya gencatan senjata antara ‘Israel’ dan Hizbullah yang sebelumnya berlaku sejak November 2024.

“Kesepakatan itu sudah runtuh. ‘Israel’ kini membuka opsi invasi darat. Di sisi lain, pemerintah Lebanon justru membatasi aktivitas militer Hizbullah karena khawatir konflik dengan ‘Israel’ berubah menjadi perang internal di Lebanon,” ujar Pizaro dalam wawancara yang dipandu Surya Ginting ada Rabu (4/3/2026) di kalan Timteng Podcast.

Menurutnya, langkah Beirut menunjukkan kekhawatiran bahwa Lebanon tidak memiliki kapasitas militer dan stabilitas politik yang cukup untuk menghadapi perang terbuka.

Sementara itu, Suriah memperkuat perbatasannya dengan Irak dan Lebanon dengan mengerahkan ribuan tentara serta unit peluncur roket. Langkah tersebut dilaporkan oleh Al Jazeera dan juga disiarkan televisi pemerintah Suriah, Al-Ikhbariyah.

Pizaro menilai pengerahan itu sebagai bentuk mitigasi risiko di tengah situasi kawasan yang tidak stabil.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

“Suriah sedang berada dalam fase konsolidasi internal. Mereka tak ingin wilayah perbatasan dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis atau menjadi pintu masuk infiltrasi di tengah konflik regional,” katanya.

Media ‘Israel’, Walla News, melaporkan adanya pergerakan pasukan dan persenjataan berat Suriah menuju area perbukitan di sekitar Dataran Tinggi Golan. Aktivitas tersebut dipantau intensif oleh militer ‘Israel’.

Dataran Tinggi Golan sendiri merupakan wilayah yang direbut ‘Israel’ dari Suriah pada 1967 dan hingga kini berstatus sengketa menurut hukum internasional.

Dalam wawancara tersebut, Pizaro juga menyoroti mobilisasi besar yang dilakukan penjajah ‘Israel’. Berdasarkan laporan Al Jazeera, ‘Israel’ memanggil sekitar 100 ribu tentara cadangan untuk memperkuat front Lebanon dan Golan.

“Mobilisasi sebesar itu menunjukkan ‘Israel’ sedang bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi multi-front. Ini bukan langkah kecil,” ujarnya.

Di kawasan Teluk, Iran disebut melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan Amerika Serikat. Laporan media internasional menyebut ledakan terjadi di Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, serta wilayah lain seperti Doha di Qatar.

Pizaro memperingatkan bahwa jika konflik Iran–’Israel’ mereda tanpa penyelesaian menyeluruh, Suriah berpotensi menjadi titik eskalasi berikutnya.

“Dalam kalkulasi geopolitik, Suriah relatif lebih rentan dibanding Turki. Jika ‘Israel’ ingin memperluas tekanan regional, Suriah bisa menjadi sasaran antara sebelum ketegangan meningkat ke aktor yang lebih besar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dinamika aliansi regional, termasuk hubungan Suriah dengan negara-negara Teluk, juga berpotensi memengaruhi arah konflik.

Hingga kini, saling serang antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung. Washington dilaporkan tengah menyiapkan respons lanjutan, sementara negara-negara Arab berupaya mencegah konflik berkembang menjadi perang kawasan yang lebih luas.

Menurut Pizaro, beberapa hari ke depan akan menjadi penentu. “Jika tidak ada de-eskalasi diplomatik, maka potensi meluasnya konflik sangat terbuka,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatiranisraelperang terbukaTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UII Kecam Sikap Pemerintah dan Desak Batalkan Sejumlah Kebijakan Strategis
Tulisan selanjutnya China Sebut Amerika Serikat “Gila Perang”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

3 September 2026 13:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?