Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sekjen Hidayatullah: Presiden Prabowo Paparkan Dinamika Geopolitik Global dalam Pertemuan dengan Ulama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2026 17:50 5:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2026 19:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Nanang Noerpatria, menyampaikan keterangan terkait pertemuan antara para ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, (05/03/2026).

Menurut Nanang, pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum dialog antara pemerintah dan para pemimpin ormas Islam untuk membahas sejumlah isu strategis, baik yang berkaitan dengan kondisi nasional maupun dinamika global.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo memaparkan perkembangan geopolitik internasional yang saat ini mengalami dinamika cukup signifikan, terutama terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Diskusi menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional.

Nanang menjelaskan bahwa dalam paparannya, Presiden juga menegaskan posisi Indonesia yang tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif sebuah fondasi diplomasi yang telah dijalankan sejak awal kemerdekaan.

“Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjaga posisi non-blok sekaligus mengambil peran konstruktif dalam mendorong upaya perdamaian internasional,” ujar Nanang.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Dalam konteks konflik Timur Tengah, isu kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan sebagai salah satu agenda utama kebijakan luar negeri Indonesia.

Nanang menambahkan bahwa pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi global, termasuk dinamika hubungan internasional yang dipicu oleh konflik tersebut. Dalam forum tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan sejumlah langkah diplomatik sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik yang terjadi.

“Presiden juga tetap menampung berbagai aspirasi dari sejumlah tokoh yang mendesak Indonesia keluar dari forum Board of Peace (BoP) bersama negara lain setelah serangan Amerika dan Israel ke Iran,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa pembahasan dalam pertemuan itu tidak hanya terbatas pada konflik geopolitik, tetapi juga menyentuh isu yang lebih luas terkait struktur kekuasaan global. Diskusi turut menyoroti bagaimana dominasi negara-negara besar dalam sistem politik dan ekonomi internasional kerap memberikan tekanan terhadap negara lain.

Dalam konteks tersebut, dialog antara pemerintah dan tokoh ormas Islam dinilai penting sebagai ruang pertukaran pandangan mengenai bagaimana Indonesia dapat menjaga kedaulatan kebijakan sekaligus mempertahankan stabilitas domestik di tengah dinamika global.

Nanang juga menilai Presiden menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, pemerintah memandang kritik publik sebagai bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan.

“Presiden dan kabinet menunjukkan keterbukaan untuk menerima kritik dan masukan guna memperbaiki kebijakan yang kurang pro-rakyat. Bahkan sikap netizen di media sosial juga menjadi barometer penting bagi Presiden dalam melihat respons publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan ulama dan tokoh masyarakat tersebut juga bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan unsur masyarakat sipil yang memiliki pengaruh sosial dan moral yang luas.

Menurut Nanang, pemerintah berharap para ulama dan tokoh masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Pertemuan dengan ulama dan tokoh ormas Islam bertujuan untuk mendapatkan dukungan moral dalam meredam ketidakpuasan di masyarakat,” katanya.

Ia menilai ulama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat luas. Melalui peran tersebut, berbagai persoalan sosial dapat dibahas secara terbuka dan diarahkan pada solusi yang konstruktif.

Nanang juga menekankan bahwa kontribusi para tokoh masyarakat tidak hanya terbatas pada dukungan moral, tetapi juga diharapkan mampu memberikan perspektif strategis dalam perumusan kebijakan negara.

“Diharapkan peran ulama dan tokoh masyarakat dapat lebih besar dalam menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan, sehingga dapat membantu memperkuat ketahanan negara di berbagai aspek,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam tradisi politik Indonesia, dialog antara pemerintah dan tokoh agama telah lama menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa. Ormas Islam memiliki jaringan sosial yang luas serta pengalaman panjang dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah yang turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Karena itu, menurut Nanang, dialog antara pemerintah dan tokoh ormas Islam diharapkan mampu memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik internasional hingga stabilitas sosial di dalam negeri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ormas IslamPrabowo SubiantoSekjen DPP Hidayatullahulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rudal Iran menyasar pangkalan militer Israel Perang dengan Iran Bisa Gerus Ekonomi Israel hingga 3 Miliar Dolar AS per Pekan
Tulisan selanjutnya Pekerja Migran Malaysia Diimbau Minta Izin Majikan Sebelum Dievakuasi dari Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?