Hidayatullah.com– Otoritas daerah otonom Kurdistan di Iraq hari Jumat (6/3/2026) mengatakan bahwa produksi minyak di ladang yang dioperasikan oleh perusahaan Amerika Serikat HKN Energy dihentikan menyusul adanya serangan.
Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa serangan tersebut dilakukan oleh dua drone pada hari Kamis.
Kementerian Sumber Daya Alam di Kurdistan dalam sebuah pernyataan mengatakan “kemarin, sebuah kelompok kriminal di Iraq melancarkan serangan teroris atas ladang minyak HKN didaerah Sarsang” di Provinsi Dohuk, sehingga merusak ladang dan menghentikan produksi.
Sejak Iran melancarakan serangan balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pekan lalu, wilayah otonomi Kurdistan di Iraq terseret ke dalam konflik, terutama karena banyak serangan drone yang menarget pangkalan-pangakalan militer dan kepentingan Amerika Serikat di sana.
Sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Teheran – yang tergabung dalam Islamic Resistance in Iraq – mengklaim sebagai pelaku serangan drone yang dilancarkan setiap hari atas sejumlah pangkalan AS di kawasan itu.
Drone banyak yang sudah dicegat oleh Erbil, ibu kota dearah otonomi Kurdistan di Iraq, yang menampung pasukan Amerika Serikat dan sekutunya serta tempat di mana terdapat sebuah kompleks Konsulat AS berukuran besar.
Hari Selasa (3/3/20260, sebuah sumber di sebuah prusahaan minyak di Kurdistan mengatakan kepada AFP bahwa kebanyakan perusahaan minyak asing sudah menghentikan untuk sementara produksi mereka sebagai tindakan pencegahan.*




