Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Profesor John Mearsheimer: Sejak 1971 Kebijakan Luar Negeri AS Sudah Membunuh 38 Juta Jiwa

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Maret 2026 15:16 3:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Maret 2026 15:15
Bagikan
Profesor John Mearsheimer
Bagikan

Hidayatullah.com– Profesor John Mearsheimer, pakar hubungan internasional kawakan dari University of Chicago, mengguncang jagat maya lewat pernyataan eksplosif yang menelanjangi wajah asli kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Dalam potongan video yang viral di media sosial TikTok dan X yang viral baru-baru ini, Mearsheimer secara gamblang menuding AS bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 38 juta orang dalam rentang tahun 1971 hingga 2021.

“American sanctions from 1971 to 2021…murdered 38 million people.”

Political scientist John Mearsheimer criticised US foreign policy and cited a report by The Lancet that says US sanctions have killed 38 million people worldwide pic.twitter.com/CTCTj4TdKf

— Middle East Eye (@MiddleEastEye) March 10, 2026

Mearsheimer tidak ragu menyebut bahwa AS telah menciptakan kekacauan luar biasa di Timur Tengah. Ia menilai dampak Perang Irak dan intervensi militer lainnya sebagai sebuah tragedi kemanusiaan yang sengaja diciptakan oleh ambisi hegemonik Washington.

Penggunaan Kekuatan Ekonomi sebagai Senjata

Dalam video yang beredar luas tersebut, Mearsheimer membongkar taktik kotor AS yang menggunakan kekuatan ekonomi sebagai senjata pemusnah massal. Ia menyoroti penderitaan rakyat di Venezuela, Kuba, dan Iran sebagai korban langsung dari ambisi politik AS.

Baca Juga

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

“Kita menggunakan pengaruh ekonomi luar biasa untuk membuat rakyat kelaparan dan menderita, agar mereka bangkit melawan pemerintahnya sendiri. Itulah yang kita lakukan di Venezuela dan Iran,” tegasnya dengan nada getir.

Selain intervensi militer, dalam video viral tersebut Mearsheimer mengecam keras penggunaan sanksi ekonomi sebagai alat untuk menyengsarakan warga sipil demi tujuan politik di beberapa negara yang ia sebut.

Gugatan Terhadap Narasi “Negara Mulia”

Menurutnya, strategi ini sengaja dirancang untuk menimbulkan penderitaan massal. Ia menegaskan bahwa pola tindakan tersebut membuat klaim Amerika Serikat sebagai “negara yang mulia” (noble country) menjadi sulit untuk diterima secara moral.

“Melihat semua fakta itu, saya merasa sangat sulit untuk berbicara tentang Amerika Serikat sebagai negara yang mulia,” pungkasnya.

Pernyataan keras ini bukanlah yang pertama kali dilontarkan oleh sang profesor. Pada pertengahan tahun 2025, Mearsheimer juga menyampaikan kritik serupa yang dimuat oleh berbagai media internasional seperti Al Jazeera dan kanal diskusi geopolitik Judge Napolitano – Judging Freedom.

Kala itu, ia menekankan bahwa kegagalan diplomasi AS di Ukraina dan Timur Tengah merupakan hasil dari “delusi liberal” yang mengabaikan realitas kekuatan global.

Pada forum Budapest Global Dialogue 2025, ia juga sempat menyatakan bahwa “kebijakan luar negeri AS lebih banyak menciptakan kekacauan daripada perdamaian,” sebuah narasi yang kini kembali diperkuat melalui data 38 juta korban jiwa yang ia kutip dalam video viral terbaru ini. Pernyataan Mearsheimer ini terus memicu diskusi hangat di kalangan akademisi dan netizen, antara mereka yang mendukung pandangan realisnya dan mereka yang menganggap datanya terlalu provokatif.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHeadlineProfesor John MearsheimerUniversity of Chicago
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Dominasi 66% Kasus Pembunuh Berantai Dunia
Tulisan selanjutnya VIDEO: Kekerasan terhadap Muslim India Berlanjut selama Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

20 Juli 2026 11:05
Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?