Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

VIDEO: Kekerasan terhadap Muslim India Berlanjut selama Bulan Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Maret 2026 15:20 3:20 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Maret 2026 15:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sejumlah insiden kekerasan terhadap warga Muslim kembali terjadi di berbagai wilayah India selama bulan Ramadhan, memicu kekhawatiran di kalangan kelompok masyarakat sipil mengenai meningkatnya ketegangan komunal di negara tersebut.

Salah satu kasus terbaru terjadi di distrik Muzaffarnagar, negara bagian Uttar Pradesh. Seorang imam masjid bernama Abdul Wahab dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda saat pulang dari masjid di kawasan Sarwat. Polisi setempat telah mendaftarkan laporan resmi atau FIR terhadap lima orang yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.

Watch the video carefully, who started the fight.

In #Muzaffarnagar one Imam Abdul Wahab was returning home in full speed, in the Kazian Mohalla area of #Sarwat in #Muzaffarnagar, his bike touched two boys on road. He stopped, called them and allegedly intimidate and threatened… pic.twitter.com/7KH4YUSihn

— Oxomiya Jiyori 🇮🇳 (@SouleFacts) March 8, 2026

Dalam sistem hukum India, FIR atau First Information Report merupakan laporan awal yang didaftarkan polisi ketika menerima informasi tentang dugaan tindak pidana. Pendaftaran FIR menjadi langkah pertama dalam proses penyelidikan kriminal dan memungkinkan aparat penegak hukum untuk memulai penyidikan serta mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat.

Seorang pejabat kepolisian setempat, Siddharth Mishra, mengatakan laporan tersebut mencantumkan lima nama yang diduga terlibat dalam pengeroyokan, yakni Lavi, Basant, Harish, Aditya, dan Rishabh.

“FIR telah didaftarkan terhadap lima orang. Polisi telah memulai penyelidikan dan tindakan hukum sedang dilakukan,” ujarnya seperti dikutip media India, ThePrint.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Menurut laporan media New Age Islam, para pelaku diduga terlebih dahulu menghentikan Abdul Wahab di jalan dan menanyakan identitasnya sebelum melakukan penyerangan menggunakan tongkat dan pemukul kriket. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasus lain terjadi di negara bagian Bihar. Seorang pemuda Muslim bernama Mohammad Dawood menjadi korban kekerasan massa di Desa Fulhara, distrik Samastipur. Ia diikat pada tiang listrik dan dipukuli oleh sekelompok warga setelah dituduh melakukan pencurian.

Seorang saksi menyebut tidak ada barang curian yang ditemukan pada Dawood setelah warga memeriksa barang-barangnya. “Dia diikat di tiang listrik dan dipukuli oleh sekelompok orang yang menuduhnya mencuri. Namun setelah diperiksa, tidak ditemukan barang curian pada dirinya,” tulis laporan media The Siasat Daily.

Location: Fulhara, Kalyanpur, Samastipur, Bihar

We are Muslims, we will not lie to you.

It is alleged that local people tied a Muslim man, Dawood, to a pole and brutally beat him on suspicion of theft, while he kept saying that he was innocent. pic.twitter.com/BNkbxV75D0

— The Muslim (@TheMuslim786) January 20, 2026

Barang yang ditemukan pada Dawood hanya telepon genggam serta kunci kendaraannya. Maktoob Media melaporkan bahwa tidak ditemukannya barang curian memicu kekhawatiran di kalangan warga Muslim setempat bahwa insiden tersebut kemungkinan dipicu oleh prasangka agama.

Insiden yang lebih mematikan terjadi di negara bagian Rajasthan. Seorang sopir pickup Muslim berusia 28 tahun bernama Aamir meninggal dalam insiden kekerasan di wilayah Bhiwadi setelah diduga diserang kelompok vigilante pelindung sapi.

Keluarga korban menuduh kelompok vigilante yang dikaitkan dengan organisasi radikal Hindu Bajrang Dal melepaskan tembakan yang mengenai kepala Aamir. Kelompok vigilante sapi di India dikenal sebagai jaringan aktivis yang mengklaim melindungi sapi—hewan yang dianggap suci dalam tradisi Hindu—dan sering menargetkan orang yang dituduh menyembelih atau menyelundupkan sapi.

Menurut laporan The Quint, paman korban mengatakan beberapa tembakan dilepaskan dan salah satunya mengenai kepala Aamir. Polisi menyatakan insiden bermula dari kejar-kejaran terhadap kendaraan yang diduga membawa sapi dan berujung bentrokan, sementara penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan.

दहाड़े मारकर विलाप करते ये बेबस लोग आमिर के परिजन हैं। आमिर ट्रक चालक थे। राजस्थान के भिवाड़ी में गौ आतंकियों ने आमिर की गोली मारकर हत्या कर दी। आमिर अपने परिवार में इकलौते कमाने वाले थे। इस देश की पुलिस, अदालत, सरकार इन मज़लूमों के साथ इंसाफ करेगी? https://t.co/k0iAF8hh8C

— Ahajaj (@AzadSaifi0) March 7, 2026

Kematian Aamir meninggalkan seorang istri yang sedang hamil empat bulan serta seorang anak perempuan berusia dua tahun. Polisi telah mendaftarkan FIR terhadap sejumlah orang tak dikenal, termasuk dugaan keterlibatan anggota Bajrang Dal, namun hingga laporan terakhir belum ada penangkapan.

Di tengah rangkaian insiden tersebut, muncul pula kekhawatiran setelah ribuan aktivis Hindu mengikuti acara bertajuk “Trishul Deeksha” di negara bagian Himachal Pradesh.

Dalam acara itu para peserta menerima trisula—senjata simbolis dalam tradisi Hindu—dan mengambil sumpah kolektif untuk melindungi agama Hindu, negara, serta sapi yang dianggap suci.

The Siasat Daily melaporkan ribuan peserta menghadiri kegiatan tersebut. Sementara Maktoob Media menyebut acara serupa sebelumnya juga pernah diselenggarakan oleh organisasi Hindu garis keras sebagai bentuk mobilisasi komunitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah organisasi pemantau kekerasan komunal juga mencatat peningkatan insiden penyerangan terhadap minoritas, termasuk Muslim, terutama terkait isu penyembelihan sapi, tuduhan pencurian, maupun konflik identitas.

Para pengamat mengaitkan tren tersebut dengan menguatnya politik identitas sejak partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party yang dipimpin oleh Narendra Modi berkuasa di tingkat nasional pada 2014.

Sejumlah laporan lembaga pemantau independen menyebut kasus mob lynching dan kekerasan terkait isu sapi meningkat dalam periode tersebut, meskipun pemerintah India menolak tuduhan bahwa kebijakan negara mendorong kekerasan komunal.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHindutvaislamofobiakekerasanmuslim IndiaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Profesor John Mearsheimer: Sejak 1971 Kebijakan Luar Negeri AS Sudah Membunuh 38 Juta Jiwa
Tulisan selanjutnya Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Koalisi Sipil Desak Polisi Usut Tuntas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

13 Oktober 2026 13:01
Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

13 Oktober 2026 05:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?