Hidayatullah.com – Sekelompok peretas, atau biasa juga disebut hacker, berhasil membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Mereka kemudian menyebarkan foto dan dokumen dari akun tersebut di internet, menurut laporan CNN.
Para peretas telah merilis beberapa foto Patel yang diambil menjabat sebagai direktur FBI, mengklaim bahwa foto-foto tersebut diambil dari email pribadinya. Sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut memverifikasi gambar-gambar tersebut kepada CNN.
Di situs web mereka, kelompok peretas Handala Hack Team mengatakan bahwa Patel “sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban yang berhasil diretas”.
Para peretas mempublikasikan sejumlah foto dan video pribadi Patel yang sedang mengendus dan merokok cerutu, mengendarai mobil convertible antik, dan membuat ekspresi wajah saat mengambil foto dirinya di cermin dengan sebotol besar rum.
Video dia sedang menari dengan lincah menjadi sorotan karena tampilan brengos dan maskulin ternyata melambai gemulai saat tampil menari.
Menurut penilaian awal CNN terhadap file-file tersebut, yang dilakukan dengan bantuan dari seorang peneliti keamanan siber independen, email yang diretas tampaknya mencakup periode sekitar tahun 2011 hingga 2022 dan mencakup campuran komunikasi pribadi, profesional, dan terkait perjalanan yang dilakukan Patel dengan berbagai kontak.
Peneliti, Ron Fabela, mengatakan bahwa apa yang digambarkan oleh kelompok peretas sebagai pelanggaran sistem FBI yang “tak tertembus” sebenarnya jauh kurang dramatis, hanya melibatkan materi pribadi biasa seperti foto keluarga dan informasi terkait pencarian apartemen Patel di masa lalu.
“Ini bukan pelanggaran FBI; ini hanya laci barang-barang pribadi seseorang,” katanya.
Siapa Handala Hack Group?
Handala, juga dikenal sebagai Handala Hack Group, adalah kelompok aktivis peretas pro-Palestina yang mengatur serangan siber terhadap target Israel dan Amerika, termasuk industri militer, perawatan kesehatan, penelitian nuklir, dan perangkat serta infrastruktur sipil. Kelompok ini juga telah merilis dokumen dan email pribadi milik ribuan individu, termasuk politisi senior.
Diyakini sebagai kedok untuk taktik perang siber Iran, Handala digambarkan sebagai salah satu dari beberapa persona yang digunakan oleh Kementerian Intelijen Iran untuk bertanggung jawab atas serangan sibernya.
Sejak pertama kali muncul pada Desember 2023, setelah serangan 7 Oktober terhadap Israel, Handala telah menyerang puluhan target Israel dan Amerika. Selama perang Iran 2026, kelompok ini bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan teknologi medis Amerika, Stryker Corporation, yang dilaporkan sebagai serangan siber paling signifikan terhadap Amerika Serikat selama masa perang.
Awal bulan ini, sebuah kelompok peretas lain juga melakukan serangan siber yang mengganggu operasi di sebuah perusahaan alat kesehatan besar AS.
Pada saat itu, kelompok tersebut mengklaim serangan itu sebagai pembalasan atas serangan rudal terhadap sebuah sekolah dasar di Iran, yang menurut laporan media pemerintah Iran mengakibatkan kematian setidaknya 168 anak.
Pentagon telah menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.
Departemen Kehakiman AS menuduh para peretas bekerja untuk Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.*




