Hidayatullah.com – Afghanistan telah mengirim 530 ton bantuan kemanusiaan penting ke Gaza melalui perbatasan Rafah, menurut kementerian informasi Imarah Islam Afghanistan.
Bantuan senilai Rp8,5 miliar itu, yang disiapkan dan dibeli oleh delegasi pemerintah sementara Afghanistan di Mesir, akan didistribusikan kepada 22.000 keluarga, imbuh pernyataan kementerian pada Rabu.
Kabul juga menegaskan kembali pendiriannya yang “tegas” mengenai masalah Palestina, menekankan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan “sesuai dengan fakta sejarah yang telah ditetapkan dan hak-hak sah rakyat Palestina”.
Setidaknya 72.336 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah tewas dan 172.213 lainnya terluka dalam perang genosida Israel sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu, pasukan Israel terus melanggar perjanjian tersebut dengan penembakan, tembakan, dan serangan, menurut kantor media pemerintah Gaza.
Setidaknya 757 orang tewas dan 2.111 lainnya terluka sejak gencatan senjata, tambah laporan itu.
Penjajah Israel terus melancarkan serangan bahkan setelah AS mengumumkan pada pertengahan Januari dimulainya fase kedua perjanjian tersebut, di tengah seruan untuk memastikan Israel mematuhi gencatan senjata dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang telah disepakati, termasuk makanan, perlengkapan medis, dan bahan-bahan untuk tempat tinggal.
Warga Palestina dan badan-badan bantuan internasional mengatakan pasokan yang mencapai wilayah tersebut masih tidak mencukupi, menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai “bencana”, dengan sistem kesehatan yang hampir runtuh.*




