Hidayatullah.com– Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyeru kepada rakyatnya supaya hemat dalam penggunaan energi, memperingatkan bahwa meskipun saat ini belum ada kelangkaan, tetapi masih ada ancaman serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel.
“Kami meminta kepada rakyat tercinta, yang saat ini hadir dan bersiaga, sebuah permintaan sederhana, yaitu untuk mengurangi konsumsi listrik dan energi mereka,” kata Pezeshkian dalam pidato hari Sabtu (25/4/2025) yang disiarkan televisi pemerintah seperti dilansir AFP.
“Rakyat belum perlu untuk berkorban untuk saat ini, tetapi kita perlu mengontrol konsumsi. Daripada menyalakan 10 lampu, dua lampu yang menyala di rumah sudah mencupuki – tidak ada salahnya bukan?” kata Pezeshkian.
Meskipun serangan AS-Israel menghantam Iran bertubi-tubi, kurun beberapa hari terakhir tidak ada laporan tentang pemadaman listrik di Teheran. Sebagaimana diketahui Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan menghancurkan infrastruktur listrik Iran, tetapi sejauh ini belum mewujudkannya.
Menurut International Energy Agency, Iran mendapatkan empat perlima pasokan listrik dari gas, sumber daya alam yang sangat melimpah di negerinya.
Sisanya dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar berkualitas rendah, yang dikenal sebagai mazout, yang dipergunakan di pembangkit listrik tua.
Disebabkan fasilitas listriknya sudah banyak yang menua, ditambah minimnya investasi serta dampak berbagai sanksi internasional, pasokan energsi di Iran kerap tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan*




