Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Juli 2026 15:18 3:18 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Juli 2026 15:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Zionis ‘Israel’ pada Ahad menyetujui masuknya pasukan multinasional rancangan Board of Peace (BoP) ke Jalur Gaza, menurut laporan Quds News Network (26/07/2026).

Daftar isi
  • ‘Zona kemanusiaan percontohan’
  • Menyetujui pasukan internasional sambil melakukan genosida
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Kabinet Keamanan ‘Israel’ pada Ahad mengizinkan masuknya Pasukan Stabilisasi Internasional secara terbatas ke ‘zona kemanusiaan percontohan’ di Rafah, Gaza bagian selatan. Skenario tersebut merupakan bagian dari rencana BoP Donald Trump untuk Gaza.

Pasukan multinasional itu akan mendapatkan kekebalan dari hukum ‘Israel’ seperti halnya organisasi internasional. Konsekuensinya pasukan tersebut diharuskan beroperasi dengan koordinasi penuh dengan militer pendudukan ‘Israel’.

Jika sesuai dengan rencana BoP, pasukan pendudukan ‘Israel’ akan mundur dari zona tersebut dan digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional, mencakup pasukan dari Maroko, Albania dan Kosovo.

Pasukan internasional akan bertindak sebagai buffer zone antara warga Palestina dan pasukan pendudukan ‘Israel’, atau menangani keamanan eksternal. Sementara keamanan internal akan dilakukan oleh pasukan polisi Palestina yang direkrut oleh komite teknokrat.

Baca Juga

Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Mengutip pejabat ‘Israel’, entitas Zionis hanya mengizinkan 200 tentara Maroko untuk pengerahan tahap awal, mengurangi dari 500 tentara.

‘Zona kemanusiaan percontohan’

Adalah zona di mana kehidupan ‘normal’ di bawah blokade berupaya dibangun oleh BoP. Zona tersebut akan dikelola oleh teknokrat Palestina, Komite Nasional untuk Adminstrasi Gaza.

Nantinya akan dibangun perumahan temporer untuk 50.000 pengungsi Palestina, pemulihan layanan dasar dan pendistribusian bantuan kemanusiaan. Warga Palestina yang ingin pindah ke zona tersebut diharuskan menjalani pemeriksaan keamanan ketat oleh Israel.

Para pejabat mengatakan proyek percontohan ini dapat dimulai dalam beberapa minggu, dan jika berhasil, akan diperluas ke wilayah lain di Gaza.

Namun, zona-zona kemanusiaan ini lebih menyerupai penjara daripada tempat tinggal. Warga Palestina hanya diizinkan masuk setelah melalui pemeriksaan keamanan yang dirancang untuk menyaring mereka berdasarkan afiliasi, area tersebut ditutup di balik perimeter yang dijaga oleh pasukan multinasional dengan pasukan pendudukan Israel di luarnya.

Relokasi “sukarela” ke zona semacam itu ditawarkan kepada penduduk Palestina yang kelaparan, telah hidup di bayang-bayang ketakutan serangan ‘Israel’ dan tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan, mantan Perdana Menteri ‘Israel’ Ehud Olmert menyebutnya sebagai kamp konsentrasi.

Para pejabat Palestina menyebut zona tersebut bukanlah langkah menuju pemulihan Gaza, melainkan versi lain dari pembersihan etnis dengan memusatkan warga Palestina ke zona-zona terbatas dan terlindungi sementara wilayah lain dikosongkan serta untuk terus melanjutkan genosida dalam bentuk yang terkendali di bawah embel-embel kemanusiaan.

Menyetujui pasukan internasional sambil melakukan genosida

Persetujuan kabinet terhadap pasukan internasional yang berfokus pada stabilisasi Gaza terjadi di tengah catatan serangan Israel yang terus berlanjut.

Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan ‘Israel’ telah membunuh lebih dari 1.100 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.600, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dalam pelanggaran perjanjian yang hampir setiap hari terjadi.

Dalam sepekan sebelum pemungutan suara kabinet, serangan ‘Israel’ terus membunuh warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, menghantam rumah-rumah dan tenda-tenda pengungsian serta menghancurkan bangunan di daerah-daerah yang berada di bawah pendudukannya.

Pasukan penjajah ‘Israel’ juga berulang kali mengumumkan pembunuhan warga Palestina yang mereka identifikasi sebagai pejuang, tanpa memberikan bukti atas klaim tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blokade GazaBoard of PeaceDewan Perdamaiangenosida GazaHeadlinepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adiwarman Karim Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Harus Mensejahterakan Semua Kelompok Masyarakat
Tulisan selanjutnya Pemerintah Optimistis Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi

Berita
23 Oktober 2026 20:19
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Terbaru

  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal

28 Oktober 2026 13:23
Berita

Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

28 Oktober 2026 13:17
Berita

Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026

28 Oktober 2026 12:41
Berita

Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

28 Oktober 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?