Hidayatullah.com– Kazakhstan menawarkan diri untuk menampung cadangan uranium Iran apabila Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan perihal program nuklir Teheran, kata kepala badan pengawas nuklir International Atomic Energy Agency (IAEA) Rafael Grossi kepada The Financial Times hari Jumat (29/5/2026) seperti dilansir AFP.
Kepala International Atomic Energy Agency bertemu dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Astana pekan ini.
The Financial Times pemimpin Kazakh itu mengungkapkan kesediaan negaranya untuk menyimpan cadangan uranium yang sudah dikayakan hingga ke tingkat hampir bisa untuk membuat senjata.
Diperkirakan 440 kilogram uranium yang sudjah diproses hingga kemurnian 60 persen menjadi inti pembahasan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri perang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikeras Iran harus menerima persyaratan yang diminta Washington yaitu untuk tidak memiliki senjata nuklir dan uranium tersebut dihancurkan. Teheran bersikukuh bahwa negara sama seperti negara lain memiliki hak untuk menggarap program nuklir.*




