Hidayatullah.com– Perdana Menteri Narendra Modi hari Sabtu (15/8/2026) mengatakan pemerintahannya akan memberikan pelatihan online gratis untuk menghadapi persaingan-persaingan ujian, beberapa pekan setelah gelombang aksi protes besar para pemuda memaksa menteri pendidikan meletakkan jabatannya.
Modi mengatakan inisiatif itu bertujuan untuk meringankan beban finansial jutaan keluarga yang terjebak dalam persaingan sengit dalam sistem pendidikan di India.
Pemimpin berusia 75 tahun itu menyampaikan pengumuman tersebut dari benteng Red Fort yang megah di New Delhi yang dibangun pada abad ke-17 saat menyampaikan pidato peringatan hari kemerdekaan negara itu dari Inggris pada tanggal 15 Agustus 1947.
“Kami memutuskan untuk memberkan pelatihan online gratis untuk berbagai ujian kompetitif bagi para pemuda. Kita memiliki infrastruktur publik digital, dan kita memiliki guru-guru dan pendidik yang sangat berbakat,” kata Modi seperti dilansir AFP.
Langkah itu diambil setelah bermunculan aksi protes di seluruh penjuru negeri yang dipicu oleh kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran dan serentetan skandal rekrutmen.
Aksi protes itu, yang mengakibatkan pengunduran diri Dharmendra Pradhan dari jabatan menteri pendidikan, mengungkap frustasi mendalam di kalangan pemuda India akan akses untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan.
Aksi protes itu juga menyoroti tekanan besar yang dialami para pelajar di India, negara dengan populasi terbesar di dunia di mana pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri masih menjadi jalan utama yang paling dicari untuk mereka menaiki tangga sosial dan ekonomi yang lebih tinggi.
Kompetisi yang sangat sengit memicu pertumbuhan industri bimbingan belajar di mana siswa menghabiskan waktu bertahun-tahun mengikuti les, yang sering kali menguras uang tabungan keluarga mereka.
Modi mengatakan kelas-kelas online gratis itu diharapkan akan meringankan beban finansial keluarga miskin dan kelas menengah.Modi juga mengumumkan rencana pelatihan bagi beberapa juta pemuda India untuk menguasai alat kecerdasan buatan (AI).”Kami sudah memutuskan dalam waktu satu tahun ke depan, sepuluh juta pemuda akan diberikan pelatihan ketrampilan AI,” ujarnya.
Sejak aksi protes bermunculan, pihak berwenang berusaha meredam emosi kaum muda, dengan parlemen bergerak mengesahkan hukuman yang lebih berat bagi pihak-pihak yang membocorkan soal ujian.
Para kritikus mengatakan protes kaum muda itu merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintahan Modi sejak naik ke kursi kekuasaan pada 2014.*




