Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2026 10:17 10:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2026 10:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Eropa terancam menghadapi kekurangan roket untuk meluncurkan satelit-satelitnya pada akhir dekade ini karena permintaan akses ke ruang angkasa meningkat tajam, kata pimpinan European Space Agency.

Ambisi Eropa untuk memperbanyak satelit memberikan tekanan yang besar kepada benua itu untuk meningkatkan kapasitas peluncurannya dan mengurangi ketergantungannya terhadap pihak asing.

Josef Aschbacher, direktur umum European Space Agency (ESA), mengatakan kawasan itu sedang menuju krisis seiring dengan beroperasinya konstelasi satelit baru dan program luar angkasa besar-besaran.

Saat ini ESA memperkirakan Eropa akan menghadapi kelangkaan roket peluncur pada sekitar tahun 2020, kata Aschbacher kepada Financial Times dalam wawancara yang dipublikasikan pekan ini seperti dilansir RFI Jumat (14/8/2026).

“Apabila kita hitung semua satelit yang kita perlu luncurkan dari konstalasi dan misi saat ini dan yang direncanakan … kita melihat adanya peningkatan kebutuhan peluncuran sekitar tahun 2029, 2030, 2031,” katanya.

Baca Juga

Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Peringatan itu disampaikan ESA di saat pemerintah negara-negara Eropa giat meingkatkan investasi dalam satelit-satelit untuk keperluan komunikasi, navigasi, obesrvasi Bumi dan pertahanan.

Salah satu proyek terbesar adalah Iris2, konstalasi satelit internet aman yang direncanakan Uni Eropa, yang dijadwalkan akan mulai digarap pada 2029.

Uni Eropa juga berencana memperluas sistem navigasi satelit Galileo, serta program obeservasi Bumi Copernicus.

Sejumlah negara Eropa, yang dipimpin oleh Jerman, juga sedang mengembangkan konstalasi satelit mereka sendiri untuk keperluan sipil maupun militer.

Permintaan yang meningkat tajam itu masih belum bisa diimbangi oleh kapasitas peluncurannya.

Ariane 6, roket kelas berat Eropa yang baru, secara bertahap meningkatkan produksinya setelah melakukan peluncuran perdana pada Juli 2024, sementara roket yang lebih kecil Vega C kembali beroperasi pada akhir tahun itu.

Pada tahun 2025, Eropa melakukan peluncuran satelit tujuh kali, empat menggunakan Ariane 6 dan tiga menggunakan Vega C, menurut ESA.

Angka itu masih jauh di bawah SpaceX yang melakukan 170 peluncuran dan mengorbitkan sekitar 2.500 satelit, menurut data US Federal Aviation Administration.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Opini

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan

Opini
14 Agustus 2026 20:11
Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
Wamenag Minta Masyarakat Tenang, Kasus Promosi Miras di The Sounds Project Harus Diusut Tuntas
Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama

Terbaru

  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

15 Agustus 2026 10:08
Berita

Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak

15 Agustus 2026 09:43
Berita

Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’

15 Agustus 2026 05:00
Berita

70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh

14 Agustus 2026 20:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?