Hidayatullah.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan penghargaan kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Yusril Ihza Mahendra, atas inisiatif membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar secara virtual dalam agenda silaturahim yang digelar di Aula Buya Hamka, Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, kehadiran Menko Yusril di tengah padatnya agenda kenegaraan menunjukkan komitmen pemerintah untuk membuka ruang dialog yang sehat dan terbuka dengan para ulama.
“Atas nama pimpinan dan seluruh pengurus MUI, kami menyampaikan terima kasih kepada Prof. Yusril yang berkenan hadir di MUI. Semoga ikhtiar ini menjadi amal saleh dan membawa manfaat bagi bangsa,” ujar Kiai Anwar.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut memiliki nilai strategis, terutama dalam memberikan penjelasan dan perspektif hukum terhadap sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penanganan kasus Abdul Karim Raeq Miqdad yang memunculkan berbagai respons dari kalangan ormas Islam.
Menurut Kiai Anwar, proses tabayyun melalui dialog langsung menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan setiap persoalan dipahami secara utuh, baik dari sisi hukum nasional maupun kepentingan diplomasi Indonesia.
“Penjelasan yang komprehensif sangat diperlukan agar para ulama dan pimpinan ormas memiliki pijakan yang jelas dalam menyikapi berbagai perkembangan. Hal ini penting, tanpa mengurangi komitmen Indonesia yang sejak awal konsisten mendukung perjuangan dan kemerdekaan rakyat Palestina,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan elemen umat merupakan modal penting dalam menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan global. Karena itu, forum silaturahim semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai sarana bertukar pandangan dan memperkuat kebersamaan.
Kehadiran Menko Yusril disambut oleh sejumlah pimpinan MUI, di antaranya Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Dr. Wahiduddin Adams, serta Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah KH Zaitun Rasmin.
Pertemuan tersebut menjadi penegas pentingnya membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan tokoh-tokoh umat, sehingga setiap kebijakan dan dinamika kebangsaan dapat dipahami secara objektif, dengan tetap menjunjung tinggi kepentingan nasional dan nilai-nilai keumatan.*




