Hidayatullah.com – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia secara resmi meluncurkan program Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7). Inisiatif ini menjadi tonggak baru kerja sama bilateral kedua negara dalam memperkuat sistem kesehatan manusia dan hewan di Indonesia hingga tahun 2033.
Program KITA SEHAT dirancang sebagai upaya mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang sejalan dengan visi “Kesehatan untuk Semua”. Melalui kemitraan ini, Indonesia dan Australia berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
“Pembangunan kesehatan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transformasi Indonesia. Karena itu, KITA SEHAT hadir sebagai investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, tangguh, dan adaptif terhadap tantangan masa depan,” ujarnya.
Program dengan nilai pendanaan mencapai AUD 100 juta tersebut akan dijalankan dalam dua fase sepanjang 2025–2033. Pelaksanaannya melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian, serta didukung Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Selain itu, sejumlah organisasi internasional turut menjadi mitra pelaksana, di antaranya WHO, UNICEF, dan UNFPA. Implementasi program akan dilakukan di tingkat nasional dan difokuskan pada tiga wilayah percontohan, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya.
Secara substansial, KITA SEHAT menitikberatkan pada empat bidang utama, yaitu penguatan kebijakan dan tata kelola layanan kesehatan primer, peningkatan kualitas layanan kesehatan primer, penguatan komponen pendukung sistem kesehatan, serta peningkatan ketahanan kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya layanan kesehatan primer sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tetap sehat sebelum membutuhkan layanan rujukan.
“Prioritas utama adalah menjaga masyarakat tetap sehat. Setelah itu, pemerintah hadir untuk mengobati masyarakat yang sakit. Oleh karena itu, layanan primer harus menjadi fokus utama dalam sistem kesehatan kita,” kata Budi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan yang diberikan selama ini, termasuk harapannya agar kolaborasi kedua negara dapat membantu meningkatkan cakupan imunisasi nasional hingga melampaui 90 persen.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menilai KITA SEHAT menjadi refleksi eratnya hubungan kedua negara dalam sektor kesehatan. Menurutnya, Australia berkomitmen mendukung Indonesia dalam memperkuat layanan kesehatan primer, memperbaiki status gizi masyarakat, serta membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh.
Peluncuran program ini turut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, serta perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, organisasi profesi, organisasi masyarakat sipil, dan para mitra pembangunan.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, KITA SEHAT diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Pada akhirnya, kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan.*




