Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2026 14:09 2:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2026 14:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, yang menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Kegiatan yang semula digagas sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal ke-61 tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah pertunjukan dalam karnaval dinilai menampilkan nuansa mistik, simbol satanic, hingga adegan penyembelihan hewan yang dianggap tidak semestinya dipertontonkan di ruang publik.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menilai konsep tersebut bertentangan dengan esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegembiraan memperingati kelahiran Rasulullah SAW seharusnya diwujudkan melalui kegiatan yang mendidik, menyejukkan, serta mencerminkan akhlak mulia Nabi.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Cholil melansir media resmi MUI, di Jakarta, Senin (14/09/2026).

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif, seperti membaca shalawat, Alquran, menyampaikan kisah keteladanan Rasulullah SAW, mempererat silaturahim, hingga berbagi makanan sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah.

Baca Juga

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi

“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” tegasnya.

Kiai Cholil juga menyoroti visualisasi yang beredar di media sosial dari SKNC 2026. Dalam pertunjukan tersebut, sejumlah talent terlihat mengenakan kostum menyerupai sosok iblis dan membawa sejumlah simbol yang dinilai bernuansa satanic. Pertunjukan juga disebut menampilkan simbol pentagram terbalik serta kitab dengan lambang mata satu.

Namun, yang paling memicu perhatian publik adalah adegan penyembelihan seekor kambing di tengah pertunjukan. Adegan tersebut memperlihatkan penyembelihan hewan secara ekstrem hingga kepala kambing terlepas dan darah terlihat berceceran di arena.

Kiai Cholil menilai penyembelihan hewan dengan cara yang tidak baik, terlebih jika dijadikan bagian dari tontonan bernuansa horor, tidak sejalan dengan ajaran Islam.

“Dalam konteks bagaimana memperagakan seni Islam, tentang keguyuban, jangan menyimpang menjadi setan-setan, menyembelih hewan dengan cara tidak baik, lehernya dipotong dan seterusnya. Itu bukan ajaran Rasulullah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa ekspresi seni dan budaya dalam kegiatan keislaman tetap perlu memperhatikan batas-batas syariat. Menurutnya, kreativitas dalam membuat karnaval tidak seharusnya menghilangkan pesan spiritual dari peringatan Maulid Nabi.

Sebaliknya, momentum tersebut semestinya menjadi ruang untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat keimanan dan persaudaraan umat.

Kiai Cholil kemudian mengimbau panitia penyelenggara dan masyarakat di berbagai daerah agar mengembalikan tradisi Maulid Nabi kepada bentuk peringatan yang telah dicontohkan dan dirumuskan para ulama terdahulu.

Ia menyebut pandangan Imam As-Suyuthi yang menekankan pengisian Maulid dengan amal kebaikan, seperti membaca Alquran, kisah-kisah keteladanan Nabi, shalawat, serta penyediaan makanan sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.

Ketua Badan Pengurus DSN MUI itu berharap penyelenggara kegiatan keagamaan dapat lebih selektif dan bijaksana dalam memadukan seni, budaya, dan syiar Islam. “Jangan menyimpang,” pungkas Kiai Cholil.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus tetap menjadi momentum yang membawa keberkahan, mendekatkan umat kepada Allah SWT, serta memperkuat silaturahim dan persaudaraan sesama umat Islam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KH Cholil NafisMajelis Ulama Indonesiamaulid nabiMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad saat membuka Rapat Kerja Nasional Hidayatullah 2026/Bilal Tadzkir Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
Tulisan selanjutnya Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun

Berita
24 Oktober 2026 12:58
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK

30 Oktober 2026 13:10
Berita

Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS

30 Oktober 2026 10:49
Berita

Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak

29 Oktober 2026 15:37
Berita

Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

29 Oktober 2026 14:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?