Hidayatullah.com – Rapper Macklemore menyatakan akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih, mencapai 1 juta dolar AS, yang ia peroleh dari tur “Loop Tour” Ed Sheeran kepada Palestina. Pengumuman itu disampaikannya beberapa hari setelah ia dikeluarkan dari tur tersebut karena menyuarakan kemerdekaan Palestina saat tampil.
“Saya akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih sebesar 1 juta dolar AS dari tur ‘Loop Tour’ Ed Sheeran kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina,” tulis Macklemore—yang bernama asli Ben Haggerty—dalam sebuah pernyataan di Instagram pada Rabu (16/09/2026).
Ia juga mengajak Robert Kraft, pemilik klub New England Patriots yang mendepaknya, untuk turut memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama.
“Apa pun perbedaan pendapat di antara kita, mungkin kita bisa sepakat mengenai hal ini: nyawa warga Palestina layak untuk dilindungi,” ujarnya.
Pada hari Senin, Kraft membenarkan bahwa ia telah menekan Sheeran untuk mendepak Macklemore dari tur tersebut dan melarangnya tampil di Gillette Stadium—stadion milik Patriots—karena rapper tersebut dituduhnya memiliki “rekam jejak antisemitisme”.
“Saya ingin menyoroti para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke rumah sakit tanpa ketersediaan sarana dasar untuk pengobatan, serta para dokter, paramedis, jurnalis, dan pekerja kemanusiaan yang terus kembali menjalankan tugas mereka di sana,” tulis rapper asal AS tersebut.
Macklemore dicoret dari daftar penampil dalam tur AS Sheeran setelah ia menyerukan “Bebaskan Palestina!” dan membawakan lagu protesnya yang berjudul “Hind’s Hall” saat konser bersama Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey, awal bulan ini.
Melalui pernyataan di Instagram, ia mengungkapkan bahwa Sheeran—yang disebutnya telah berteman selama 13 tahun—memberitahunya bahwa Kraft telah menggalang boikot di kalangan pemilik stadion lain agar Macklemore dicoret dari tur tersebut.
Sheeran menyatakan bahwa keputusan itu diambil oleh pihak penyelenggara tur dan pengelola lokasi konser, bukan oleh dirinya sendiri.
“Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan tersebut. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memiliki pandangan mengenai hal itu,” tulisnya di Instagram, seraya menambahkan bahwa ia lebih memilih menjadikan platformnya sebagai “tempat yang aman dan nyaman” alih-alih “wadah diskusi politik.”*




