Hidayatullah.com– Rute-rute alternatif diperlukan guna memungkinkan gas alam cair (LNG) dikirim tidak selalu melewati Selat Hormuz, kata Menteri Energi Oman dalam sebuah pertemuan yang dihadiri produsen dan niagawan gas, di saat konflik Timur Tengah yang sudah berlangsung beberapa bulan mengacaukan jalur pelayaran utama di kawasan Teluk Arab tersebut.
“Mari kita buat opsi-opsi alternatif untuk ekspor gas,” kata Salim al-Aufi, menteri engergi dan mineral Oman, dalam konferensi Gastech di Bangkok, Thailand, hari Senin (14//2026). “Apakah itu lewat utara atau melalui Oman atau melalui Yaman. Perbanyak opsi Anda supaya sumber daya [gas] itu bisa [dikirim] keluar dari kawasan itu,” imbau Al-Aufi, seperti dilansir Al Arabiya.
Pernyataan itu dibuat di saat Adnoc Gas Plc mempertimbangkan untuk mendirikan sebuah fasilitas ekspor LNG batu di luar Hormuz, jalur maritim yang menjadi rute pengiriman pasokan gas sekitar seperlima kebutuhan dunia.
Oman saat ini mengoperasikan sebuah fasilitas ekspor LNG di bagian timur wilayahnya yang tidak bergantung pada Hormuz.
Menteri Energi Oman itu juga pada hari yang sama mengatakan bahwa gangguan yang sedang terjadi di Selat Hormuz kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
Al-Aufi mengatakan situasinya sebaiknya dipulihkan dalam waktu dekat.*




