Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Profesor Suzuki Sampaikan Kuliah Ekonomi Islam di SEBI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2013 05:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Sabtu, (29/06/2013), Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) menyelenggarakan international lecture Prof. Yasushi Suzuki.

Profesor dari Ritsumeikan Asia Pasific University ini memberikan kuliah umum di SEBI sebagai bagian rangkaian perjalanan ke Indonesia.

Menurut professor yang pernah tinggal di Indonesia pada tahun 1995-1996 ini, Jepang telah mengeluarkan kebijakan membolehkan skema sukuk untuk memperoleh modal investasi.

Dalam ceramahnya ia mengatakan,  ekonomi Islam memiliki sistem yang baik untuk menjaga stabilitas ekonomi. Krisis yang terjadi di dunia ini lebih disebabkan karena tidak berjalannya etika ekonomi.

“Ekonomi Islam meletakkan etika ekonomi sebagai landasan melakukan aktivitas ekonomi melalui akad bagi hasil (profit and loss sharing) seperti mudharabah dan musyarakah,” ujarnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Ketika ditanya tentang dominasi murabahah di Indonesia, ia mengatakan butuh proses untuk mencapai konsep ideal. Sebab saat ini, mindset banker masih belum bisa dilepaskan dari ekonomi konvensional.

Acara yang  bekerjasama dengan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) ini juga ikut disampaikan materi dan hasil riset oleh Dosen SEBI yaitu Izzuddin Edi Siswanto, Lc., MA tentang “Waqf Scheme for Insfrastructure Development (Sukuk Intifa’)” dan  Adril Hakim, ST, MM. dengan materi “Commercial Activities Development Statistic  of Islamic Finance”.

Hadir pula Suminto , Ph. D yang merupakan Deputy Director for Debt Strategy and Planning Kemenkeu RI. Suminto mengatakan, acara ini sangat menarik karena profesor asal Jepang itu tertarik dan menekuni studi keuangan Islam.

Hestyaningsih, dosen akuntansi Universitas Budi Luhur Jakarta,  mengungkapkan kesannya dalam acara ini. Menurutnya, SEBI  ikut berkomitmen mengembangkan ekonomi Islam dengan adanya acara ini.

Seperti diketahui, Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki kesamaaan “semangat” dengan ekonomi Islam. Jepang adalah negara yang menganut ssstem perbankan dengan zero interest atau bunga nol persen. Bahkan, beberapa regulasi di Jepang telah mengakomodir keuangan Islam terkait sukuk (obligasi syariah) dan pajak. Sejak awal 2011 lalu, Jepang telah membebaskan pajak untuk pembelian obligasi syariah.

Di negara ini, sejumlah perusahaan dan broker telah melakukan transaksi dengan tata cara Islam. Misalnya, Nomura Holding menjual $100 miliar sukuk pada Malaysia, dan Sumitomo Corp yang membuat kesepakatan pendanaan syariah pada 2010 lalu. 
 
Sementara itu,  Prof. Suzuki menyelesaikan program Ph.D dalam bidang ekonomi di University of London memiliki keahlian dan minat di bidang perbankan, lembaga keuangan, politik ekonomi, institutional economics, dan filsafat ekonomi.

Belakangan, ia juga giat menekuni penelitian tentang isu ekonomi dan keuangan Islam. Di antara paper yang terkait dengan ekonomi Islam adalah “An Institutional Approach to Understanding the Incentive & Sanction Mechanism in the Mode of Islamic Financial Intermediation” dan “The Determinant of Credit Risk in Islamic Banks: A comparative analysis between Bangladesh and Malaysia”.*/kiriman Li Holilah 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Memanas, Militer Kawal 18 Imam Asal Palestina
Tulisan selanjutnya Bekal Diri agar Tak Jadi Pemimpin Dzalim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?