Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Iran dan Syiah Dinilai Lakukan Pemutarbalikan Fakta Kasus Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2012 10:23
Bagikan
dengan rata-rata kematian 200 jiwa per hari di Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com—Membahas kekejaman rezim Bashar al Asaad tidak bisa cuma sehari. Demikian disampaikan oleh ulama kelahiran Suriah, Syaikh Ghayyats Abdul Baqi Ibrahim ketika menjadi pemateri di acara “Tabligh Akbar dan Aksi Solidaritas untuk Suriah” yang diselenggarakan oleh KODAS (komunitas da’wah dan Sosial) di masjid Istiqomah Bandung, belum lama ini.

Dalam acara itu, ia banyak bercerita tentang berbagai bentuk penyiksaan yang dialami oleh kaum Sunni di Suriah.

Perempuan  dan anak-anak tidak luput dari berbagai bentuk penyiksaan. Tentara rezim ini bahkan memperkosa lalu membakar para perempuan dan membuangnya begitu saja, anak-anak dibantai di depan orangtuanya dan begitupula sebaliknya.

“Apakah Yahudi juga melakukan hal sekejam ini?” demikian ungkap Syeikh Ghayyats.

Menurut Ghayyas, rakyat Suriah telah melakukan demonstrasi dengan meneriakkan selogan – slogan perdamaian tetapi rezim Nushairiyah (aliran Syiah yang menguasai elit politik di Suriah, termasu keluarga Bashar) ini membalasnya dengan menghujani rakyatnya sendiri dengan bom dari tank-tanknya. [baca: Nushairiyah: Ideologi Di Balik Krisis Suriah]

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Tak hanya itu rezim ini juga menghinakan masjid – masjid milik kaum muslimin dengan merusaknya dan membakar mushaf – mushaf Al-Quran yang terdapat di dalamnya.”

Selain Ghayyas, acara ini juga dihadiri Angga Dimas Pershada, relawan dari Hilal Ahmar yang ikut terjun langsung ke tempat-tempat pengungsian  di Suriah. Menurut catatan Hilal Ahmar, angka kematian di Suriah begitu fantastis hingga mencapai 35 ribu jiwa, dengan rata-rata kematian 200 jiwa per hari.

Belum lagi ditambah dengan jumlah pengungsi yang tidak terdaftar, karena  pengungsi yang tidak terdaftar itu jumlahnya dua kali lipat dari pengungsi yang terdaftar.

Menurut Angga,  konflik yang terjadi saat ini di Suriah adalah konflik agama antara kaum Syiah dan non-Syiah. Hanya saja yang terjadi, Iran dinilai telah ikut melakukan pemutar-balikan fakta di media-media, seolah-olah pemberontak di Suriah dibantu oleh Amerika Serikat (AS) dan Zionis-Israel. Sedangkan rezim Syiah-Nushairiyah dihembuskan paling depan melawan pemberontak yang didukung Amerika dan Zionis-Israel.

Padahal, menurut Angga, berita itu sangatlah tidak benar. “Bagaimana mungkin Amerika mau membantu perjuangan rakyat Suriah, lembaga kemanusiaan saja yang berasal dari Amerika tidak ada di sana.”

Bahkan baru-baru ini, umat Islam Indonesia disuguhi berita bahwa Turki marah karena roket-roket dari rezim militer Suriah menghantam daerah perbatasan di Turki yang mengakibatkan meninggalnya 5 warganya. Padahal kenyataannya terbalik.

“Sebenarnya hal itu sudah sangat sering dilakukan oleh Suriah, saya mempunyai saksi hidupnya yaitu akhi Fathi (sesama relawan Hilal Ahmar, red). Beliau berada persis di pengungsian perbatasan Suriah – Turki saat roket-roket dari Suriah jatuh di daerah pengungsian. Saking kejamnya rezim ini, rakyatnya yang sudah mengungsi ke Turki saja masih menjadi sasaran,” tutur relawan yang juga pernah ke Palestina ini.

Sementara itu,  Yusuf Burhanuddin, Lc,  Ketua Litbang Pemuda Persis yang juga jadi pembicara terakhir menyatakan bahwa sebagai kaum Muslimin harus mengetahui tentang sejarah dari konflik-konflik seperti ini agar tau mana lawan dan mana kawan semakin tahu.

“Bukan tidak mungkin bila Syiah sudah menjadi besar di negeri ini, kita semua akan mengalami nasib serupa,” ujarnya.

Acara yang berakhir sebelum shalat dzuhur tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar 17 juta rupiah, belum ditambah dari dana yang masuk via rekening sekitar 1.5 juta.*/kiriman: Abu Umayyah-KODAS

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranold migratesuriahsyiahZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Tua Harus Menyayangi, yang Muda Menghormati!
Tulisan selanjutnya 100.000 Milyarder Baru dalam 5 Tahun, Andakah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?