Hidayatullah.com–Dalam rangka mengawali datangnya musim semi di Pakistan, Kamis 5 Maret 2015, PCI-NU Pakistan menggelar acara diskusi dan bedah buku “Radikalisme Agama; Faktor Penyebab dan Penangkalnya”.
Acara diselenggarakan di kediaman Staf KBRI Islamabad yang juga sebagai Mustasyar PCI-NU, Muladi Mughni, LL.M.
Acara ini dihadiri kader-kader NU di Pakistan, pengurus Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan perwakilan dari ormas Islam seperti Muhammadiyah, Persis, IKPM dan lainnya.
Acara diskusi dan bedah buku kali ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HARLAH NU ke-89 sekaligus pelepasan Ahmad Badrudin, MS. (Rois Syuriah) yang baru saja menyelesaikan program Masternya (S2) di International Islamic University (IIU)- Islamabad dan akan segera kembali ke tanah air.
Dalam sambutannya, Muladi menyampaikan sekilas sejarah terbentuknya organisasi (Jam’iyyah) NU sebagai wadah bagi umat Islam Indonesia yang memiliki pandangan keagamaan dan sosial yang moderat serta seimbang dalam kesetiaannya kepada agama dan tanah air.
Maraknya paham-paham keagamaan yang keras serta kurang memiliki daya kearifan lokal semakin menegaskan pentingnya untuk membangkitkan kesadaran para kaum muda akan pentingnya mengkaji sejarah berdirinya ormas pribumi seperti NU.
Bedah buku yang dipandu oleh Moderator Ketua PPMI, disampaikan oleh Ahmad Badrudin, MS dan Rifyal Habib Imron, LL.M, keduanya adalah mahasiswa IIU-I yang baru saja menyelesaikan program Master di bidang Teologi Islam dan Syariah & Hukum.
Dalam pemaparannya, Ahmad Badrudin menyampaikan kronologis penerbitan buku berjudul “At-Tatharruf ad-Dîniy; Ta’rîfuhu, Asbâbuhu, Mu’syirâtuhu, wa Juhûdu al-Jâmi’ah al-Islâmiyyah al-‘Âlamiyyah fi Muhârabâtihi” yang ditulis oleh Presiden IIUI, Prof. Dr. Ahmed Yousif A. Al-Draiweesh dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Muladi Mughni menjadi “Radikalisme Agama; Faktor Penyebab dan Penangkalnya”. *