Hidayatullah.com—Kondisi medan mengharuskan lembaga zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jayapura harus memasuki belantara sebelum sampai ke kebun warga Yuwanain.
Hal inilah yang terjadi pada petugas BMH di Desa Yuwanain Distrik Arso Kabupaten Keerom Rabu, (29/07/2015). Mereka terpaksa menyusuri belantara, kebun-kebun dngan kondisi jalan setapaknya juga becek dan nyamuk.
“Mereka sedang panen salak,” ujar Zainal, Kepala BMH Cabang Jayapura, saat mengunjungi warga Desa Yuwanain yang kebanyakan adalah muallaf memang sedang berada di kebun.
“Maaf ustadz, kami tidak di rumah. Kami ada di kebun sampai sore. Ini sedang panen salak. Jadi kalau mau ke sini, langsung ke kebun saja ya,” ucap ibu Kartini melalui sambungan telpon saat tim BMH meninggalkan Holtekamp Jayapura.
Menyadari hal tersebut, tim langsung meluncur dan menyerahkan bantuan untuk muallaf tersebut di kebun.
“Di sini memang rata-rata kaum ibunya aktif di kebun. Jadi tidak usah heran kalau hal semacam ini terjadi, ini sudah biasa di sini,” ucap Zainal.
Ini merupakan bantuan rutin yang BMH berikan kepada para muallaf di Distik Arso. Untuk sampai ke Arso tim harus menempuh jarak sepanjang 60 KM.
Namun, menurut Dewi, koordinator pengajian muallaf di Desa Yuwanain yang asli Papua, mengaku bahwa sebenarnya para muallaf juga sangat membutuhkan bimbingan Islam.
“Kami sangat membutuhkan bimbingan bisa shalat, mengaji. Karena sampai sekarang, banyak yang belum bisa sholat dan mengaji,” ucapnya.
“Kalau bisa bimbingan ditingkatkan, meski di sini ibu-ibu suka malas datang pak ustadz,” harapnya.
Usai penyerahan, tim BMH pun kembali pulang dengan dipaksa membawa sekarung salak dan dua tandan pisang.
“Ya, beginilah kalau bantuan diserahkan di kebun. Kita dipaksa bawa yang seperti ini (salak dan pisang),” pungkas Zainal.*/Sudianto