Hidayatullah.com—Hari Ahad (20/03/2016) kemarin puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pattani (GEMPITA) menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Pattani, Thailand di Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia.
Aksi tersebut sebagai kelanjutan dari diskusi tiga hari sebelumnya terkait kondisi Pattani. Dalam aksinya, koordinator Gerakan Mahasiswa Peduli Pattani mengecam diskriminasi dan tindak terorisme yang dilakukan oleh pemerintah kepada muslim Pattani.
“Muslim Pattani disiksa, ditembak, dan dibunuh tanpa kejelasan, hak-hak kemanusian mereka dirampas,” ungkap Rudy dalam orasinya.
Mereka juga menyebar selebaran terkait kondisi di Pattani dan mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama kepada media-media Indonesia untuk bersama membuka mata dunia bahwa keadaan muslim Pattani tidak sedang baik-baik saja. Ada semacam kesengajaan untuk menutupi tragedi berdarah yang terjadi di Pattani.
Pemerintah Thailand dinilai membatasi dan menguasai semua informasi tentang Pattani sehingga umumnya orang menganggap konflik Pattani hanya masalah internal Thailand.
“Kepada media-media Indonesia, kami mengajak untuk menyebarluaskan berita tentang penyiksaan dan penindasan yang dilakukan terhadap muslim Pattani agar semua masyarakat dunia mengetahuinya,” lanjutnya.
Warga yang sedang melakukan aktivitas di Car Free Day Bundaran HI pada saat itu juga diajak untuk membubuhkan tanda tangan dan menggalang dana sebagai bentuk kepedulian mereka.
“Kenapa informasi tentang Pattani tidak pernah sampai kepada kami, padahal tetangga dekat kami masih teraniaya,” seorang warga berkomentar. Beberapa warga yang antusias membubuhkan tanda tangannya pun menyayangkan tentang tidak adanya informasi tentang kondisi Pattani.
GEMPITA berharap, dengan adanya diskusi dan aksi solidaritas tersebut menjadi langkah awal untuk membantu muslim Pattani.*/El Triana Al Khansa