Hidayatullah.com–Cita luhur menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dapat diupayakan melalui pengelolaan manajemen masjid yang profesional dan mandiri, ungkap Adiadwan Herrawan, seorang pegiat di Forum Alumni SPI (Sekolah Pemikiran Islam) Fatahillah Jakarta, pada Kamis (25/02/2016) lalu.
Tak hanya bergerak sendiri-sendiri, Adiadwan sepakat, bahwa sinergi antar masjid juga diperlukan karena memiliki nilai strategis.
“Saling sinergi dalam amar ma’ruf dan nahi munkar, dalam menggerakkan dan menggalang potensi umat, untuk terus menebar manfaat. Juga saling mengisi dan mendukung (satu sama lain-red),” kata Adiadwan.
Berkaca dari peran masjid pada masa Rasulullah dan sahabat, juga pada era keemasan peradaban Islam, Adiadwan memandang bahwa pencapaian tersebut dapat diikhtiarkan ulang. “Insya Allah dengan niat yang kuat antar DKM, bahkan kini antar Forum DKM, dapat segera terwujud,” kata alumnus SPI Fatahillah Angkatan III itu mengungkapkan optimismenya.
Pengurus Forum Masjid dan Musholla BSD (FMMB) itu juga menerangkan bahwa dengan semangat silaturrahim dan sinergi tersebut pulalah pihaknya menyelenggarakan One Day Workshop Manajemen Masjid pada Ahad (21/02) lalu.
Ia menjelaskan, workshop tersebut difokuskan bagi para pimpinan DKM yang tergabung dalam FMMB. “Baik itu Ketua, Wakil, Sekjen, maupun Bendahara, dari total anggota berjumlah 57 masjid,” kata Adiadwan, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga mengundang sejumlah Forum DKM di Jadetabek.
Workshop yang berlangsung di Sekolah Al-Azhar BSD, Puspita Loka Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan itu, menghadirkan Ustadz Ahmad Yani, seorang da’i, penulis buku Panduan Memakmurkan Masjid dan juga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat.
Menurut Adiadwan, FMMB sendiri merupakan organisasi kolektif yang dibangun dari bawah, alias ‘bottom-up’. “Kita ingin mewujudkan visi FMMB 2018, yakni BSD Kota Santri,” ujar pria yang juga aktif di lembaga konsultan Islamic Leadership and Management Indonesia (ILMI) itu.*/SPI Media Center