Hidayatullah.com– Academy Qur’an 1 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal NTT, Syafruddin Attasoge.
Dalam sambutannya sebelum menutup acara, Syafruddin menyerukan umat Islam dan agama lain untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Ramadhan 1437 H.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan demi tercapai keamanan dan kenyamanan dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ujarnya, Ahad (05/06/2016) lalu.
Anwar Hadi Tori, mewakili pihak penyelenggara, dalam sambutannya menyampaikan, akademi itu digelar dalam rangka meramaikan penyambutan bulan suci Ramadhan.
“Semoga kegiatan ini terus diselenggarakan demi melahirkan anak bangsa yang cerdas dan bermanfaat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Syafruddin berharap kegiatan semacam ini selalu diadakan. Bahkan nanti Academy Qur’an bisa dilaksanakan 2 kali dalam setahun.
Ia pun memberikan masukan agar ke depan cabang lomba ditambah jumlahnya, bisa lebih dari 9 perlombaan. “Sehingga lebih meriah lagi kegiatannya,” ujarnya, seraya menutup secara resmi kegiatan itu.
Dua Piala
Yang menjuarai akademi ini adalah MTs Nurul Iman Oebobo, Kota Kupang. MTs ini langsung memboyong dua piala. Yaitu Piala Tetap Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kota Kupang dan Piala Bergilir DPD RI asal NTT.
Dalam laporan panitia, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, berkat doa serta partisipasi jamaah Muslim dan simpatisan. Tampak peserta antusias menerima hadiah yang disediakan panitia.
Peserta yang terdaftar pada Academy Qur’an 1 sebanyak 245 peserta. Tiga peserta di antaranya mendapatkan tiket gratis mengikuti Daurah Quran hafal 5 Juz selama dua pekan. Demikian lapor Aidil selaku ketua panitia.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Kelapa Lima ini menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat Muslim setempat.
Saat pendaftaran sudah ditutup beberapa waktu lalu, calon peserta terus memaksa panitia untuk diterima. Bahkan ada peserta yang mendaftar saat lomba sedang berlangsung.
Mulai dari pengusaha pemberi bantuan, hingga guru-guru sekolah, semuanya telah mendukung sepenuhnya agar kegiatan ini terus diadakan lagi.* Kiriman Abu Zain Zaidan, pegiat komunitas PENA NTT