Hidayatullah.com– SMPIT Ikhlas Cendekia meraih predikat sekolah dengan nilai rerata hasil Ujian Nasional (UN) SMP 2016 tertinggi se-Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
“Ini tahun pertama kita meluluskan alumni SMP. Namun, alhamdulillah, kita mampu keluar sebagai peringkat pertama SMP dengan nilai rata-rata hasil UN SMP tertinggi se-Lahat,” ujar Kepala SMPIT Ikhlas Cendekia Lahat, Ismanita.
Hal itu ia sampaikan dalam acara buka puasa bersama para murid dan orangtua mereka di gedung SMPIT Ikhlas Cendekia, Sabtu (11/06/2016), memasuki malam 7 Ramadhan 1437 H.
Sekolah yang beralamat di Jl Lintas Arta Prigel Km 1,5, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat ini berdiri 3 tahun silam. Awalnya “biasa-biasa” saja. Tidak banyak dilirik para orangtua calon siswa, termasuk saat pertama kali penerimaan siswa baru.
Dibandingkan dengan SMP lain yang mewah dan elit, dengan pendaftar calon siswa yang selalu membeludak tiap tahunnya, SMPIT Ikhlas Cendekia sangat jauh levelnya.
Baik sarana dan prasarana pendidikannya, popularitasnya, maupun tingkat jaminan kesejahteraan guru yang diberikan sekolah.
Namun tahun ini, dengan segenap keterbatasannya, sekolah ini mampu membuktikan kualitasnya dengan meraih prestasi itu.
“Ini adalah karunia Allah. Kita sangat bersyukur atas semua ini. Dan kita juga bangga, alhamdulillah, karena salah seorang siswa kita keluar sebagai peserta UN SMP dengan nilai tertinggi se-Kabupaten Lahat. Dia adalah Sahirah!” ucap Ismanita haru, disambut aplaus para hadirin.
Siswi dengan nama lengkap Sahirah Wilhelmina Atayanisa ini adalah alumni SD Santo Yosef Lahat.
“Pertama kemari (SMPIT Ikhlas Cendekia), ia mengikuti tes masuk dengan tanpa mengenakan jilbab, sedang anak-anak yang lain datang dengan busana Muslimah yang rapi.
Karena sebenarnya memang (ia) mendaftar di sini atas desakan orangtuanya. Bahkan Sahirah sendiri pernah bilang ke salah satu guru, kalau ia hanya mau belajar kurang lebih 3 bulan saja di sini. Selanjutnya mau pindah ke (SMP) Santo Yosef.
Tapi setelah 3 bulan, ketika ditanya kembali mengenai keinginannya dahulu, ia malah bilang kalau memilih tetap di sini,” papar salah seorang guru.
Sahira memiliki tingkat kedewasaan melampaui anak-anak seusianya. Ia dikenal cerdas di kalangan guru dan teman-temannya. Sahira berhasil meraih nilai tertinggi pada 3 dari 4 mata pelajaran dalam UN.
Akbar, yang diminta mengisi taushiyah dalam acara itu, turut menyampaikan kegembiraan dan kebahagiaannya atas prestasi sekolah tersebut.
Dai utusan Atase Agama Kedutaan Arab Saudi yang bertugas dakwah Ramadhan di Lahat ini memaparkan hubungan antara iman, taqwa, dan pendidikan karakter anak.
“Pola pendidikan karakter yang benar itu berangkatnya dari iman. Ketika ramai hari ini orang berbicara pendidikan karakter, al-Qur’an sudah jauh-jauh hari membincangkan itu,” ujarnya.
Bahwa, jelasnya, pendidikan karakter mesti berbasis keimanan. Oleh karena itu, anak-anak sepatutnya diperkenalkan pertama kali tentang iman, siapa Rabbnya, siapa itu Allah.
“Perkenalkan tentang aqidah dan tauhid sebelum pelajaran yang lain,” jelasnya.
Sedangkan perbuatan kebaikan yang dibingkai dalam keimanan, tambahnya, hanya itulah yang bisa membentuk pribadi yang bertaqwa. Bukan selainnya.
“Maka tidak akan mungkin membentuk pribadi taqwa, jika perbuatan baik itu tidak dibingkai oleh keimanan,” paparnya.* Kiriman Ali A. dari Lahat